Mataram, – Wakil Ketua II Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bali Nusra, Rafial Nazir meminta tambang ilegal di Lombok Barat segera ditutup.
Kembali muncul seruan keras untuk menghentikan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam di Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama dalam konteks industri pertambangan. Meskipun NTB merupakan kawasan yang kaya akan potensi pertanian, wisata, peternakan, perikanan, dan kehutanan, upaya eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam masih terus berlangsung.
Banyak industri ekstraktif yang telah mengakar di NTB, termasuk sektor pertambangan, dan dampaknya terhadap ekologi dan kesejahteraan masyarakat setempat semakin mengkhawatirkan.
Selama ini, pertambangan di NTB tampaknya hanya menguntungkan segelintir individu dan kelompok oligarki, sementara lingkungan terus tergerus, bahkan lahan pertanian beralih fungsi menjadi kompleks industri.
Pemerintah, dalam pembelaannya, mengatakan bahwa hasil dari sektor pertambangan digunakan untuk membiayai pembangunan. Namun, seringkali dampak sosial, ekologi, dan kesejahteraan masyarakat setempat diabaikan.
Lebih lanjut, paradigma pembangunan yang bersifat eksploitatif di NTB telah membuat masyarakat setempat menjadi korban keserakahan kapitalis yang menggelegak dalam eksploitasi sumber daya alam demi kepentingan pragmatis.
Seruan ini juga menyoroti bahwa pemerintah telah gagal dalam menyajikan sistem pemanfaatan alam yang berkelanjutan. Oleh karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk menolak dan melawan ketidakadilan ini, serta memperjuangkan pemanfaatan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan dan adil bagi masyarakat NTB.








