Lombok Tengah | Lombok Fokus – Sebanyak 117.102 warga Kabupaten Lombok Tengah dipastikan akan menerima bantuan sosial (bansos) berupa beras 10 kilogram dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial RI. Total beras yang akan disalurkan mencapai 2.342 ton, dan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2025.
Penyaluran bansos ini merupakan bagian dari program stimulus ekonomi nasional triwulan II tahun 2025, yang menyasar masyarakat rentan dan terdampak ekonomi. Proses distribusi akan dilakukan oleh Perum Bulog dan disebar ke seluruh wilayah di 12 kecamatan di Lombok Tengah.
“Hari ini kita sudah mulai melakukan free packing beras kemasan 10 Kg untuk periode Juni-Juli. Packing sudah mencapai 50 persen, dan akan kita distribusikan sekaligus hingga 31 Juli mendatang,” ujar Sri Muniati, Kepala Perum Bulog Wilayah NTB, usai menghadiri rapat koordinasi penyaluran bantuan di Kantor Bupati Loteng, Rabu (9/7).
Sebelum proses distribusi dimulai, Kemensos dan Bulog akan menggelar sosialisasi di masing-masing kabupaten/kota. Sosialisasi ini dianggap penting agar penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Sosialisasi akan kami lakukan dalam waktu dekat, karena ini menyangkut teknis penyaluran dan pemahaman masyarakat,” tambahnya.
Program bantuan pangan beras tahun 2025 ini mengalami penyesuaian. Untuk Provinsi NTB, jumlah penerima turun menjadi 511.381 orang, dari sebelumnya 643.000 orang pada tahun 2024. Di Lombok Tengah sendiri, penerima berkurang sebanyak 37.024 orang.
Penurunan ini merupakan hasil sinkronisasi dan pemadanan data yang dilakukan oleh Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Dukcapil, serta Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Kami hanya menyalurkan data yang sudah final dari Bapanas. Data ini dinamis dan telah dipadankan secara nasional,” jelas Sri Muniati.
Seluruh bantuan akan didistribusikan langsung ke rumah masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kemensos RI. Bulog sebagai pelaksana memastikan distribusi dilakukan tepat waktu dan tepat sasaran.
“Bantuan ini harus tuntas sebelum 31 Juli karena merupakan bagian dari program stimulus triwulan kedua 2025,” tegasnya.
Dengan total 2.342 ton beras yang siap disalurkan, pemerintah berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.








