Verification: 27a3a887773ff714

Waspada, Ahli Gempa Amerika : Ada Siklus Tidur dan Bangkit, Sebenarnya Sudah Masuk Bangkit.

  • Bagikan
Sabolah
Waspada, Ahli Gempa Amerika : Ada Siklus Tidur dan Bangkit, Sebenarnya Sudah Masuk Bangkit.

Mataram, (Lombok Fokus)- Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan LDS Chairities Strenghening Families menggelar acara Disaster Management Seminar bertempat di Aula UNU NTB. Kamis, 4/7/19.
Rektor UNU NTB Muliana, S.Ag., MPd.I mengatakan UNU NTB selalu menjadi wadah diskusi dan update ilmu. “Kami berbahagia hampir setiap hari UNU diisi dengan update ilmu. Hari juga Alhamdulillah hadir dalam rangka berdikusi dan berbagi ilmu untuk kehidupan yang lebih baik.” Ungkap Muliana dalam sambutannya.
Ia mengatakan acara yang diselenggarakan merupakan bagian dari Misi UNU .
“Misi UNU bagaimana universitas memberikan berkah, berkah yang bisa diberikan kepada orang tidak hanya sekarang namun berkelanjutan.” Terangnya kepada para peserta
“UNU tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan di NTB namun UNU hadir untuk memberikan manfaat kepada semua orang.” Tambahnya.
Ahli Geologi AS Peringatkan Bahaya Gempa di Selatan Lombok
Ahli Geologi dan Tektonik Amerika Serikat, Prof Rolland A. Harris menggelar sosialisasi kegempaan di Universitas Nahdlatul Ulama NTB, di Mataram, Kamis, 4 Juli 2019.
Dijelaskan, potensi gempa di Selatan Lombok bermagnitudo maksimal 9. Lombok dapat terkena imbas tsunami yang dihasilkan dari kekuatan gempa tersebut.
“Minimal 9 magnitudo karena potensinya berasal dari palung Jawa, tapi untuk lokasinya kita enggak tau spesifiknya dari Lombok atau Jawa bagian timur, tapi Lombok akan terdampak juga kalau terjadi tsunami,” ungkapnya.
Dijelaskan tsunami dapat menghantam tiga sampe empat kilometer meter dari bibir pantai.
“Lokasi yang terjadi gempa besar sedikit kemungkinan terjadi gempa besar, jadi yang perlu diantisipasi lokasi yang terjadi gempa kecil kemungkinan terjadi gempa besar,” ungkapnya.
Dia mengatakan, terjadi tumpukan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia di Selatan Lombok. Lempeng tersebut terbentang dari Sumatera hingga Sumba. Kini zona tersebut dalam fase bangkit, namun tidak diketahui pasti kapan akan melepaskan energi gempa.
“Ada siklus tidur dan bangkit, sebenarnya sudah masuk bangkit, cuma memang kapan terjadinya semua tidak tahu,” katanya.
“Kita menemukan endapan tsunami.
Tidak cukup dikatakan siklus 500 tahunan, tapi berdasarkan data 500 tahun lalu belum pernah lagi terjadi tsunami di kawasan Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumba, jadi berdasarkan data itu siklusnya kurang lebih 500 tahun sekali,” paparnya.
Prof. Rolland Harris menjelaskan setiap tahunnya lempeng Indo-Australia bergerak 7 sentimeter. Sementara saat ini kumpulan energi 35 meter, artinya Pulau Lombok telah bergeser 35 meter. “Jadi kalau terjadi gempa  sudah bisa mengumpulkan energi minimal 9 magnitudo,” ucapnya.
Sementara maksimum kekuatan gempa pada zona tersebut dijelaskan mencapai 9,5 magnitudo. Kota Mataram dapat terdampak tsunami dengan radius mencapai maksimal 2 kilometer.
Sehingga, dia mengimbau agar pemerintah memasang alat atau papan informasi evakuasi tsunami,  sehingga masyarakat dengan mudah mengevakuasi diri ketika terjadi gempa besar. Direkomendasikan lokasi evakuasi pada ketinggian 20 meter. (Red)
READ  HIPMI NTB Dorong Pengembangan Agroindustri.

www.lombokfokus.com

Facebook

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Subscribe for notification
Refleksi HANI, Wartiah dan Rumah Aspirasi Gelar Loma Video Kreatif Mantan Wakil Gubernur NTB Wafat Aksi Joget Tiktok di Lombok Viral