Example floating
Example floating

Wabup Buka Ritual Empas Menangga Mual Lombok Utara

×

Wabup Buka Ritual Empas Menangga Mual Lombok Utara

Share this article

Lombok Utara – Tak hanya kekayaan alam yang melimpah, Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) juga terkenal dengan keberagaman adat dan budayanya. Di Kabupaten Lombok Utara (KLU), kamis (8/12) tepatnya di Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan masyaramat adat setempat menggelar “Ritual Adat Empas Menangga Mual”.

 

Example 120x600

Ritual tahunan empas menanga mual ini merupakan tradisi adat istiadat, ritual yang dilakoni masyarakat sejak nenek moyang dahulu sehingga menjadi budaya masyarakat Desa Akar-Akar. Berawal dari kebiasan masyarakat akar-akar yang mencari ikan, udang, dan kepting di muara pada awal musim penghujan yang dilakukan secara bersama-sama.

 

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati KLU Danny Karter Febrianto Ridawan, Anggota DPRD KLU Lalu M Zaki, Camat Bayan Denda Peniwarni, SE, Kepala Desa Akar-akar Akarman, SSos, Kapolsek Bayan, Kades se kecamatan Bayan.

 

Bung Danny sapaan akrab Wakil Bupati muda itu menyampaikan, bangga atas ritual tahunan yang dilakukan masyarakat, dimana, kegiatan ini menggambarkan hubungan dengan sesama manusia melalui gotong royong, dan hubungan dengan alam yang dibuktikan dengan melestarikan serta menjaga muara tempat habitat mahluk hidup seperti ikan hidup.

 

“Untuk masyarakat saya khususnya warga Akar-akar untuk peduli dan melestarikan adat budaya yang kita miliki supaya tetap eksis ditengah arus perkembangan teknologi yang semakin maju, Insyaallah tradisi ini menjadi even budaya tahunan KLU, ” katanya.

 

Sementara itu, Kades Akar-Akar Akarman mengungkapkan, tradisi emas menanga mual ini diharapkan menjadi event budaya tahunan Kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan ini juga mampu membangkitkan perekonomian masyarakat desa yang ada di wilayah pesisir karena kegiatan ini melibatkan hampir seluruh warga desa untuk beramai-ramai mencari udang dan ikan.

 

“Kita harapkan event semacam ini dapat membangkitkan perekonomian masyarakat dan pariwisata kita. Dengan ini kita juga senantiasa melestarikan adat istiadat peninggalan nenek moyang kita, ” tandasnya.(ric)

Iklan Ikuti Saluran Lombok Fokus

Ikuti Saluran
Lombok Fokus

Ikuti di WhatsApp
Example 120x600
Example 120x600