Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahEkonomi

Unggahan Warga Soal Pelayanan Dinas Sosial Loteng Viral, Kepala Dinas Beri Klarifikasi

×

Unggahan Warga Soal Pelayanan Dinas Sosial Loteng Viral, Kepala Dinas Beri Klarifikasi

Share this article
Kantor Kepala dinas sosial kabupaten Lombok Tengah (Dok.ist)

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Sebuah unggahan akun Facebook bernama Opi Fitriana menjadi viral setelah menceritakan pengalaman tidak menyenangkan saat mengurus aktivasi BPJS orang tuanya di Kantor Dinas Sosial Lombok Tengah. Unggahan tersebut menuai ratusan komentar dari warganet yang ikut menyoroti pelayanan publik.

 

IKLAN
Example 120x600

Dalam unggahan itu, Opi mengaku mendapat respon kurang ramah dari staf pelayanan. Ia menuliskan bahwa staf terkesan judes, bahkan sempat melempar berkas karena dirinya lupa melakukan fotokopi. Selain itu, suasana ruangan pelayanan disebut tanpa kursi, sehingga masyarakat yang datang harus berdiri.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah, H. Masnun, memberikan klarifikasi. Menurutnya, yang terjadi kemungkinan hanyalah miskomunikasi antara staf dan masyarakat yang bersangkutan.

 

“Enggih, mis komunikasi kayaknya. Tadi saya sudah hubungi petugas yang melayani untuk dikomunikasikan, dan saya suruh minta maaf,” kata H. Masnun saat dikonfirmasi, Selasa (16/9).

 

Masnun menjelaskan, terkait kepesertaan BPJS yang diurus statusnya memang dalam kondisi PBI JK non-aktif. Sehingga saat warga menanyakan kapan bisa aktif kembali, pihaknya tidak bisa memastikan.

 

“Yang bersangkutan kepesertaannya PBI JK non aktif. Kami sedang mengajukan re-aktivasi atau pengajuan kembali ke Kementerian Sosial. Jadi untuk aktif kembali kami tidak tahu kapan jadinya, harap bersabar dan menunggu,” jelasnya.

 

Soal kursi di ruang pelayanan yang dipersoalkan warga, Stafnya membantah tidak ada kursi sama sekali. Menurutnya, pada pagi itu kursi sedang dipakai di aula kantor untuk kegiatan lain, namun pihaknya sudah berusaha menyediakan.

 

“Masalah kursi memang tadi pagi tidak ada karena dipakai ke aula semua. Tapi staf saya dapat dua di teras kepegawaian dan langsung disodorkan ke ruang pelayanan. Waktu itu ada empat orang yang menunggu,” ungkapnya.

 

Terkait tudingan melempar berkas seperti yang ditulis di Facebook, Stafnya membantah.

 

“Staf saya tidak pernah lempar berkas seperti yang dia sampaikan di Facebook. Itu hanya miskomunikasi,” tegasnya.

 

Untuk menyelesaikan persoalan ini, pihak Dinas Sosial Lombok Tengah berencana mempertemukan Opi Fitriana dengan petugas yang melayani.

 

“Rencana kami, minta yang bersangkutan hadir di kantor. Akan saya pertemukan dengan petugas yang melayani untuk klarifikasi,” pungkas Masnun.

Example 120x600
Example 120x600