LombokFokus|Sumbawa – SMK Negeri 1 Lopok mencatat pencapaian gemilang, dalam tracer study tahun ajaran 2023/2024. Sebanyak 94,8 persen lulusannya berhasil terserap di dunia kerja, melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, atau memulai usaha mandiri. Hasil ini membuktikan keunggulan SMKN 1 Lopok, dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing.
Kepala SMKN 1 Lopok, Abdul Mujib, S.Pd., Sabtu (25/1/2025), menjelaskan jika keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan kurikulum berbasis kompetensi, serta kolaborasi intensif dengan berbagai mitra industri.
“Kami selalu mengutamakan sinkronisasi antara pendidikan di sekolah, dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Selain itu, kami terus meningkatkan pembekalan keterampilan teknis dan soft skills kepada siswa,” ujar Mujib.
Tracer study dilakukan dengan melibatkan alumni yang telah lulus selama setahun terakhir. Data dikumpulkan melalui survei langsung, dan koordinasi dengan perusahaan tempat para alumni bekerja. Selain sebagai parameter keberhasilan, tracer study ini juga digunakan untuk mengevaluasi dan meningkatkan mutu pendidikan vokasi di SMKN 1 Lopok.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Aidy Furqan, M.Pd., turut mengapresiasi pencapaian ini. Is menegaskan pentingnya tracer study dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di NTB.
“Tracer study adalah metode penting, untuk menilai relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri. Kami mendorong seluruh SMK di NTB, termasuk SMKN 1 Lopok, untuk aktif melaksanakan tracer study sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan,” jelas Aidy.
Prestasi SMKN 1 Lopok ini menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya, untuk terus memperbaiki mutu dan relevansi pendidikan vokasi di Indonesia. Dengan komitmen tinggi, SMKN 1 Lopok optimis dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan angka penyerapan lulusan ke dunia kerja, demi mencetak generasi unggul yang siap bersaing di pasar global.(fit)


