Verification: 27a3a887773ff714
banner 120x600
banner 120x600

Teken MoU dengan Unram, Rektor IPB Berbagi Cerita

Teken MoU dengan Unram, Rektor IPB Berbagi Cerita
Rektor Unrsm dsn Rektor IPB (Foto: Dok. Humas Unram)
Sabolah

Lombok Fokus | Lombok Tengah – Usai penandatanganan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding), antara Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan Universitas Mataram atau Unram, Kamis (20/1/2022), Rektor IPB berbagi pengalaman seputar pengelolaan perguruan tinggi, terutama terkait Program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM).

Dalam sambutannya sebelum sesi penandatanganan MoU kerjasama bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat (P3M) di Raja Hotel, Kuta Mandalika, Rektor Unram Prof. Dr. H. Lalu Husni, S.H., M.Hum. menyampaikan, saat ini Unram mengelola sembilan fakultas dan satu program pasca sarjana, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 34.287 orang yang tersebar di 63 program studi.

BANK NTB Syariah

“Tadi sempat juga diskusi (dengan Rektor IPB, red), terkait undang-undang yang mensyaratkan minimal mahasiswa miskin sebanyak 20 persen, tapi di Unram dan IPB mencapai lebih dari 50 persen,” ungkap Prof. Husni.

Rektor Unram berharap dengan adanya kesamaan tersebut, jalinan kerjasama dengan IPB dapat memberi peluang, sehingga Unram dapat mengejar ketertinggalan.

“Mudah-mudahan dengan kesamaan dari sisi itu bisa kita belajar banyak nanti, khususnya untuk mengejar ketertinggalan kita, dalam capaian indikator kinerja utama maupun capaian yang lain, karena IPB sudah masuk peringkat 500 dunia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Prof. Husni meminta Rektor IPB berbagi pengalaman kaitannya dengan program MBKM dan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) di IPB.

Saat sharing session, Rekor IPB Prof. Arif Satria, S.P., M.Si. mengatakan bahwa terkait IKU dan MBKM di IPB. saat ini menghadapi situasi berbeda.

“Situasi yang kita alami tahun 2020 beda dengan hari ini. Karena itu, hal yang sangat penting bagaimana kita merespon hal-hal perubahan ini, khusunya revolusi industri 4.0,” katanya.

READ  Pendukung 01 Pemilihan BEM UNRAM Ancam BEM di Bekukan

Prof. Arif menjelaskan, IPB mulai melakukan penataan kurikulum pada tahun 2018 dan pada 2018 dan 2019, ia mengirim hampir 500 dosen IPB ke Universitas Terbuka (UT) untuk belajar mengenai pembelajaran online (daring).

“Awalnya banyak dosen yang mempertanyakan kebijakan itu. Pada tahun 2020 ada Covid-19, baru teman-teman (dosen, red) merasakannya, baru dibilang, ‘untung belajar pembelajaran online.’ Sudah belajar pun (masih, red) gelagapan, apalagi tidak belajar,” ujarnya.

Dikatakan, perkuliahan daring di IPB telah dirancang sejak tahun 2018, karena pihaknya menyadari bahwa yang mampu bertahan atau survive di tengah perubahan, yakni yang mampu merespons perubahan. Menurutnya, yang mampu merespons perubahan adalah yang cepat belajar, lincah belajarnya, dan punya kemampuan tinggi untuk menjadi pembelajar sejati.

“Ini problem bangsa, soal mindset, soal jiwa belajar, dan future practice. Di era ini, dibutuhkan kemampuan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kemampuan kolaborasi, kreativitas, dan sebagainya, Ketika kita mau mendesain skill (kemampuan, red) agar lulusan kita punya kriteria mindset bagus, jiwa pembelajar, berorientasi future practice,” jelas Prof. Arif.

Oleh karena itulah, Prof. Arif Satria menekankan, pihaknya mencoba mendesain kurikulum di IPB untuk menghasilkan lulusan yang bukan semata-mata punya nilai bagus, tetapi punya pola pikir bagus dan jiwa pembelajar.

“Seseorang yang sukses itu yang punya jiwa pembelajar, orang yang kreatif, dan memiliki imajinasi dan skill-skill yang diperlukan. Tidak bisa hanya didapatkan dari perkuliahan. Karena itu, perkuliahan harus dimodifikasi,” tandasnya.

Dalam sesi berbagi tersebut, juga diselingi dengan diskusi dan tanya jawab antara Rektor IPB dan unsur pimpinan Unram. (red)

Facebook

Sabolah
banner 120x600
Sabolah

Tinggalkan Balasan

Sabolah
Subscribe for notification