Mataram – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar audiensi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB pada Senin, 10 Februari 2025. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan pemuda ke Kantor Gubernur NTB, yang menyoroti dugaan ketidaksesuaian dalam proyek rehabilitasi gedung.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD KNPI NTB, Taupik Hidayat, mengungkapkan temuan di lapangan yang dinilainya sangat mencengangkan. Ia menegaskan bahwa pekerjaan konstruksi utama seharusnya diselesaikan terlebih dahulu sebelum dilakukan serah terima. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih ada pekerjaan yang belum rampung, meskipun sebelumnya sempat diberitakan bahwa serah terima gedung akan dilakukan pada 15 Januari 2025.
“Kami kecewa dengan hasil kerja kontraktor yang masih menyisakan banyak pekerjaan rumah (PR). Pemberitaan di media menyebut serah terima akan dilakukan pada 15 Januari, tapi kenyataannya masih ada yang belum selesai. Ini harus diklarifikasi,” tegas Taupik di hadapan PPK Kantor Gubernur, Kabid Cipta Karya, dan Kepala Dinas PUPR NTB.
Menanggapi hal tersebut, I Wayan Winarta selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menyatakan bahwa proyek telah selesai sesuai tenggat waktu pada 30 Desember 2024. Namun, ia mengakui masih ada waktu pemeliharaan untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung. “Jika masih ada yang perlu diperbaiki, itu bisa dilakukan dalam masa pemeliharaan. Kami berterima kasih atas kritik dan saran dari KNPI NTB,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taupik menantang Dinas PUPR NTB untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna membuktikan klaim penyelesaian proyek. Ia mengusulkan inspeksi bersama pada Jumat mendatang, namun PPK meminta agar kegiatan tersebut dijadwalkan pada Senin.
“Kalau memang sudah 100%, ayo kita cek sama-sama ke lapangan hari Jumat. Kita buktikan! Tapi kalau PPK meminta Senin, baiklah, kami akan tetap datang bersama pemuda NTB,” kata Taupik.
Sebagai bentuk transparansi, KNPI NTB berencana mengundang pemuda se-NTB, influencer, organisasi kepemudaan (OKP), serta mahasiswa untuk ikut serta dalam pengecekan langsung kondisi Kantor Gubernur NTB. “Kami ingin semua pihak melihat dan menilai sendiri. Ini kantor kebanggaan kita semua, jadi harus benar-benar sesuai dengan yang dijanjikan,” pungkasnya.
Pantauan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan apakah proyek ini benar-benar telah selesai sesuai standar atau masih menyisakan masalah yang perlu ditindaklanjuti.


