LombokFokus|Sumbawa – SMKN 1 Buer terus membuktikan diri sebagai salah satu sekolah unggulan di NTB, dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja. Sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK), SMK BLUD, dan SMK Inovasi, sekolah ini gencar memperkuat pendidikan vokasi demi meningkatkan daya saing siswanya.
Berdasarkan hasil tracer study terbaru, sebanyak 43 persen lulusan SMKN 1 Buer telah sukses memasuki dunia kerja di berbagai sektor industri. Kepala SMKN 1 Buer, Adirmawan, S.Pd., M.M.Inov, menyebut angka ini sebagai bukti nyata keberhasilan sekolah, dalam membekali siswa dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar.
“Kami terus berupaya meningkatkan kompetensi siswa melalui program magang, pelatihan keterampilan, dan sertifikasi keahlian agar lulusan semakin siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (8/2/2025).
Meski demikian, Adirmawan mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi, khususnya dalam meningkatkan angka penyerapan kerja serta memperkuat kemitraan dengan industri. Untuk itu, pihak sekolah berencana memperluas kerjasama dengan perusahaan dan menghadirkan program pembelajaran berbasis industri, agar lulusan semakin mudah terserap di pasar kerja.
Selain bekerja, tracer study juga mencatat bahwa 17,9 persen lulusan (50 siswa) memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, 18,6 persen (52 siswa) berwirausaha, 5 persen (14 siswa) mengurus rumah tangga, dan 12,9 persen (36 siswa) menjalani aktivitas lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Aidy Furqan, M.Pd, menegaskan jika tracer study sangat penting untuk memetakan angka partisipasi lulusan, dalam pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.
“Dengan tracer study, kita bisa mengetahui berapa persen lulusan SMA yang melanjutkan kuliah, berapa yang menikah, serta berapa lulusan SMK yang langsung bekerja atau melanjutkan pendidikan. Ini penting untuk memastikan keseimbangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja,” jelasnya.
Aidy menambahkan jika target penyerapan lulusan SMK tahun ini, tetap di angka 40 persen sesuai perjanjian dengan gubernur. Artinya, jika ada 100 lulusan, minimal 40 siswa harus sudah bekerja, baik di industri, usaha mandiri, maupun melalui program inter studi.
Dengan strategi dan komitmen yang terus diperkuat, SMKN 1 Buer diharapkan mampu semakin menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri serta mencetak lulusan yang lebih kompetitif di masa depan.(fit)


