LombokFokus|Lotim – Siswa program Alat Mesin Pertanian (AMP) SMKN 1 Sakra, berhasil menciptakan inovasi unik gantungan helm praktis, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna sepeda motor. Karya ini menjadi bukti nyata kemampuan siswa dalam mengaplikasikan kreativitas dan keterampilan mereka, untuk menciptakan produk bernilai guna tinggi.
Gantungan helm ini memiliki desain minimalis namun kokoh, dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah dijangkau dan ramah lingkungan. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan helm, produk ini dirancang agar hemat ruang dan mudah digunakan, menjadikannya solusi praktis bagi pengguna kendaraan bermotor.
Menurut salah satu siswa yang terlibat, ide awal tercetus dari keinginan untuk mengatasi masalah helm yang sering kali diletakkan sembarangan, sehingga berisiko rusak atau hilang. Proses pembuatan melibatkan penggabungan kreativitas desain dengan prinsip keberlanjutan, sesuai dengan fokus program AMP yang menekankan pentingnya inovasi dalam agribisnis.
“Kami berharap produk ini tidak hanya menjadi solusi praktis, tetapi juga dapat diproduksi secara massal untuk membantu masyarakat luas,” ujar guru pembimbing program AMP.
Kepala Dinas Dikbud NTB H. Aidy Furqan, M.Pd mengapresiasi pembuatan gantungan helm karya siswa AMP SMKN 1 Saksa ini, “Ini adalah contoh nyata bagaimana pendidikan vokasi dapat menciptakan generasi yang produktif dan inovatif. Saya sangat mengapresiasi karya ini dan berharap dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya,” ungkapnya. (Selasa, 14/1/25).
Gantungan helm buatan siswa ini memiliki desain minimalis, kokoh, dan hemat ruang. Karya tersebut juga mencerminkan kemampuan siswa dalam menerapkan nilai keberlanjutan dan efisiensi. Aidy menekankan pentingnya pembinaan lanjutan agar produk ini bisa diproduksi secara massal dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Saya berharap karya ini dapat dipromosikan melalui berbagai pameran pendidikan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk dikembangkan lebih lanjut,” tambahnya.
Selain memberikan apresiasi, Aidy juga mengajak pihak sekolah untuk terus mendorong inovasi siswa melalui program-program yang mendukung pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Ia juga meneknakan pentingnya kolaborasi antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri untuk memperluas peluang siswa dalam mengembangkan karya mereka.
Karya ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk kepala sekolah dan masyarakat sekitar. Gantungan helm ini rencananya akan dipromosikan melalui berbagai pameran karya siswa serta media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.
Dengan keberhasilan ini, siswa SMKN 1 Sakra kembali membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu mencetak generasi muda yang inovatif dan produktif.(fit)


