![]() |
| Dok Humas Unram |
Prof Husni menerangkan Unram sebagai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mempersiapkan masyarakat menuju era baru melalui Program KKN Normal Baru yang dilaksanakan pada periode genap ini.
Ditegaskannya, kompetensi mahasiswa harus dipersiapkan untuk lebih gayut dengan kebutuhan zaman. Sehingga mahasiswa akan mampu menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi.
“Kita meyakini, pembelajaran dapat terjadi di manapun, ruang belajar tak berbatas, tidak hanya di ruang kelas, perpustakaan dan laboratorium, tetapi juga di desa, industri, tempat-tempat kerja, tempat-tempat pengabdian, pusat riset, maupun di masyarakat,” papar Guru Besar Ilmu Hukum Unram itu.
Mengingat jumlah mahasiswa yang melaksanakan KKN per semester, Rektor Unram Ke-9 itu juga menginstruksikan kepada seluruh Ketua Program Studi (Kaprodi) untuk mengarahkan sebagian mahasiswa untuk mengikuti KKN Tematik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan amanah Permendikbud No 3 tahun 2020.
“Kami juga mengingatkan seluruh mahasiswa peserta KKN, harus menjalankan program secara profesional dan optimal,” serunya.
Dia menekankan, karena KKN merupakan bentuk kegiatan sumbang saran kampus bagi pembangunan, pengembangan iptek, ekonomi dan budaya, mengingat Perguruan Tinggi memiliki peran penting sebagai penggerak motor dalam mensukseskan pembangunan di setiap sektor.
Sementara itu Dr. Ir. Siti Hilyana selaku Ketua Pelaksana KKN Tematik 2021 melaporkan, KKN Tematik periode semester genap Januari – Februari Tahun Akademik 2020/2021 ini diikuti oleh 3.468 orang mahasiswa dari 9 fakultas dan 3 prodi di bawah rektor. Peserta KKN Tematik ini terdistribusi dalam tiga tema besar yakni, Integrasi KKN-PLP yang diikuti 948 orang dan telah dilepas pada bulan November 2020 lalu, KKN Tematik MBKM diikuti oleh 184 orang, dan KKN Tematik Proyek Di Desa yang terdistribusi menjadi tujuh sub tema.
“Tujuh sub tema itu antara lain Rumah Pangan Lestari diikuti 700 orang, Kewirausahaan 600 orang, Desa Digital 210 orang, Desa Wisata 326 orang, KKN Mahadesa 140 orang, KKN Pendamping Ekonomi Wilayah Terdampak Bencana 210 orang,“ paparnya.
“Dan KKN Green Campus (kampus hijau, red.) Yang baru mulai menghubungkan 150 orang, untuk melakukan penataan lingkungan kampus mengacu pada blue print kampus Universitas Mataram dan pendampingan IT pada SDM di kampus,” sambungnya.
Dia menyampaikan total yang dilepas hari ini, menurut 2.551 orang yang terkenal di 19 kabupaten dan 427 desa baik di desa atau kelurahan di NTB maupun di luar NTB.
Dia mengajak seluruh mitra yang terlibat untuk mengambil bagian dalam proses pembekalan pelayanan KKN, agar proses program kerja mahasiswa dapat berjalan pada tingkat yang paling efektif dan tepat sasaran. (*)



