MATARAM, LOMBOK FOKUS – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) menginstruksikan warga Nahdliyin dan Nahdliyat untuk melaksanakan salat jenazah dan salat ghaib bagi almarhum TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin.
Instruksi tersebut tertuang dalam surat PWNU NTB Nomor 169/PW.03/A.II.08.01/29/10/2026 tertanggal 15 Oktober 2026. Surat itu ditujukan kepada jajaran pengurus NU, pondok pesantren, jamaah masjid dan musala, serta warga Nahdliyin dan Nahdliyat di seluruh NTB.
Almarhum TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin dikenal sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rais Syuriyah PWNU NTB, sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu, Lombok Tengah.
Salat Jenazah Digelar di Dua Lokasi
Dalam surat yang ditandatangani Ketua PWNU NTB Prof. TGH. Masnun Tahir dan Sekretaris HL Daud Nurjadi, S.H., M.Kn., rangkaian salat jenazah dan pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Salat jenazah sesi pertama dijadwalkan pukul 08.00–11.00 WITA di Masjid Asrama Putri Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu.
Selanjutnya, salat jenazah sesi kedua berlangsung pukul 13.00–15.30 WITA di Masjid Baiturrahman, Desa Bagu, Lombok Tengah.
Sementara itu, pemakaman almarhum dijadwalkan pukul 15.30 WITA di pekuburan dekat Masjid Asrama Putri Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu.
PWNU NTB mengajak seluruh jajaran pengurus dan warga NU untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut sesuai kemampuan masing-masing.
Warga yang Berhalangan Diminta Salat Ghaib
Bagi warga Nahdliyin dan Nahdliyat yang tidak dapat hadir secara langsung, PWNU NTB menginstruksikan pelaksanaan salat ghaib, pembacaan Surah Yasin, dan tahlil secara berjamaah di tempat masing-masing.
Instruksi ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa bersama bagi almarhum. Warga NU diajak mendoakan agar Allah SWT menerima amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di sisi-Nya dalam keadaan terbaik.
Surat instruksi tersebut juga ditembuskan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Melalui instruksi ini, PWNU NTB berharap seluruh jajaran organisasi, lembaga pendidikan pesantren, jamaah masjid dan musala, serta warga Nahdliyin dapat turut mendoakan almarhum sesuai dengan arahan yang telah disampaikan.















