Lombok Tengah | Lombok Fokus – Anggota DPRD Lombok Tengah, Adi Bagus Karya Putra, mengingatkan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Tengah periode 2025–2029 agar segera memprioritaskan pembinaan atlet dalam rangka menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2026.
Menurutnya, waktu persiapan yang tersisa semakin sempit sehingga KONI harus segera menyusun langkah konkret bersama para pengurus cabang olahraga (cabor).
“Fokus saja koordinasi dengan pengurus cabor, rumuskan agenda kerja jangka pendek dan menengah untuk Porprov 2026. Waktu kita tidak banyak,” tegas Adi Bagus, yang juga menjabat sebagai Ketua Cabor Futsal Loteng, Senin (19/5/2025).
Ia meminta agar pengurus KONI tidak membentuk tim koordinator yang justru bisa menimbulkan miskomunikasi di tingkat bawah. Ia menilai pendekatan langsung dengan ketua-ketua cabor lebih efektif dalam membina dan menyiapkan atlet.
“Kami minta KONI fokus membina cabor dan jalin komunikasi intens dengan para ketua cabor. Itu lebih penting daripada membentuk struktur sampai desa,” jelasnya.
Selain pembinaan, Adi Bagus juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas olahraga. Ia menyebut masih banyak tempat latihan yang belum layak digunakan dan membutuhkan perbaikan segera.
“Beberapa fasilitas kita masih jauh dari standar. Kita punya lahan luas di sebelah barat Lapangan Bundar Praya, itu bisa dimanfaatkan untuk lintasan lari, lapangan basket outdoor, voli, sepatu roda, dan lainnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Lombok Tengah, HL Firman Wijaya, menyatakan pihaknya akan bekerja keras dalam meningkatkan prestasi olahraga di daerah. Dalam acara syukuran dan santunan anak yatim, ia menegaskan komitmen pengurus baru untuk melaksanakan berbagai program prioritas.
“Kami bersama seluruh pengurus akan fokus pada pengembangan SDM olahraga dan pembinaan berkesinambungan lewat event tingkat kabupaten hingga desa,” ujarnya.
Firman juga menyebutkan bahwa KONI ke depan akan membentuk Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) sebagai upaya menjaring bibit atlet berbakat dari seluruh penjuru daerah.
“Keberadaan KOK ini nantinya sangat membantu dalam pencarian atlet potensial. Kita ingin proses pembinaan merata hingga ke pelosok,” tandasnya.


