Mataram – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bali-Nusa Tenggara menggelar diskusi publik bertajuk “Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Mendorong Kebijakan Pemerintah untuk Indonesia Maju”, Selasa (tanggal acara, jika ada).
Kegiatan yang berlangsung di Mataram ini menjadi ruang reflektif dan strategis bagi pemuda dan mahasiswa untuk turut mengawal arah pembangunan nasional, sekaligus menyuarakan aspirasi dalam proses pengambilan kebijakan pemerintah.
Ketua PKC PMII Bali-Nusra, Ahmad Muzakir, dalam sambutannya menegaskan bahwa PMII akan terus menjadi mitra kritis pemerintah dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Kami akan selalu mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Namun, ketika ada kebijakan yang merugikan kepentingan rakyat, kami tidak akan diam. Kami akan melakukan kontrol dan menyuarakan kritik yang konstruktif,” tegas Muzakir.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Di antaranya, H. Kadaruslan, analis kebijakan ketenagakerjaan yang menyoroti tantangan dan peluang sektor ketenagakerjaan di era digital dan globalisasi.
Sementara itu, Wakil Direktur Binmas Polda NTB, AKBP H. Zamroni, mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perdamaian dan menjaga kondusivitas di tengah dinamika sosial dan politik.
Adapun Jauhari Muslim, Kepala Bidang Pertahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, Organisasi dan Ormas, menekankan pentingnya sinergi antara pemuda, organisasi masyarakat, dan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan nasional yang berakar pada nilai-nilai lokal.
Diskusi ini diikuti ratusan kader PMII dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Bali-Nusra. Para peserta aktif menyampaikan gagasan dan aspirasi, yang diharapkan dapat berkontribusi pada kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, peserta membacakan Deklarasi Kamtibmas sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah NTB. Berikut isi deklarasi tersebut:
- Berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah NTB.
- Siap bekerja sama dengan aparat keamanan dan pemerintah demi lingkungan yang aman dan kondusif.
- Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga Kamtibmas.
- Menolak segala bentuk tindak pidana dan kekerasan yang mengganggu ketertiban.
- Memperkuat sinergi antara masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah demi NTB yang aman, damai, dan sejahtera.
“Dengan ini kami menyatakan bahwa kami akan menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di NTB,” tegas para peserta yang dipimpin langsung oleh Muzakir saat pembacaan deklarasi.


