Verification: 27a3a887773ff714
banner 120x600
banner 120x600

Pentingnya Doktrin Nilai Agama Untuk Mencegah Kenakalan Remaja

Pentingnya Doktrin Nilai Agama Untuk Mencegah Kenakalan Remaja
Sabolah

Penulis: Mar ahtus sili, Dwi ramdani, Yuliana Kusuma dewi, dan Muhammad Iqbal Mahasiswa Jurusan Sosiologi Agama UIN Mataram

Lombok Fokus – Agama merupakan suatu sendi inti yang harus dimiliki oleh setiap umat manusia dalam menjalani segala aspek dalam kehidupannya. Sesuai dengan yang diamanahkan dalam sila pertama Pancasila, bahwa setiap warganegara Indonesia harus memeluk agama, serta kepercayaan yang dianut dan diyakininya. Untuk itu betapa pentingnya Agama bagi kehidupan manusia tidak terkecuali bagi bangsa Indonesia.

BANK NTB Syariah

 

Masa remaja merupakan peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/fungsi untuk memasuki masa dewasa . Dengan demikian masa remaja adalah masa dimana setiap orang dapat menggali potensi yang dimilikinya untuk menjadi suatu hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bagi kehidupan sehari-harinya baik dalam aspek keagamaan dan aspek-aspek lainnya. Fase remaja merupakan fase dalam tingkatan mencari jati diri. Menjadi remaja adalah awal menuju kedewasaan. Dimana masa-masa itu sedang berada dalam kondisi yang sangat rentan.

 

Dewasa ini kita banyak sekali disuguhkan dengan berbagai fenomena yang dalam tanda kutip bersifat negatif tentang bagaimana perilaku remaja, yang dalam pengelihatan kaca mata norma sudah sangat jelas melanggar norma dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pergaulan remaja saat ini memang bisa dikatakan semakin memprihatinkan saja dan jauh dari ajaran agama, banyak perihal dan perilaku menyimpang yang terjadi yang dimana perilaku-perilaku itu tidak layak dilakukan oleh manusia jika dilihat dari kacamata norma, hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya pemahaman dan penanaman nilai-nilai keagamaan yang diberikan kepada para remaja.

 

Pendidikan agama dan bimbingan dimulai sejak usia dini tujuannya dalah agar membuat anak memiliki kepribadian yang islami, dengan karakter dan moral yang baik, prinsip-prinsip islami yang kuat, memiliki sarana untuk menghadapi tuntutan hidup dengan cara yang matang dan bertanggung jawab. Perilaku-perilaku penyimpangan terhadap norma tersebut dapat terjadi apabila rendahnya pemahaman nilai-nilai norma agama yang dipedomankan oleh para remaja serta minimnya kesadaran para kalangan remaja untuk mengetahui betapa pentingnya pemahaman nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, supaya fenomena-fenomena pelanggaran norma Agama atau norma lainnya dapat dihindari bahkan dapat diatasi.

READ  Dampak Covid-19 Terhadap Perekonomian Masyarakat NTB

 

Menurut Edie Soedjana ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya pemahaman nilai-nilai keagamaan dikalangan para remaja antara lain adalah :

 

Faktor Internal

Karakteristik masa remaja sangat identik dengan kata liar, luas dan sulit dikontrol, penerimaan terhadap nilai-nilai keagamaan pun sedikit akan sulit jika ditentang dengan ego para remaja itu sendiri, namun disinilah para remaja harus pandai-pandai memilah dan memilih mana sesuatu hal yang boleh dilakukan dan mana hal yang tidak boleh dilakukan yang bahkan melanggar aturan dan norma agama, penerimaan terhadap sesuatu hal yang baru akan sulit bagi para remaja karena terbentur egoisme yang tinggi, namun dengan segenap kecerdasan emosional itu sendiri, para remaja akan dapat dengan mudah menerima ajaran atau nilai-nilaui keagamaan dalam dirinya sendiri.

 

Faktor Esternal

Faktor kedua yang sangat mempengaruhi penerimaan remaja terhadap nilai-nilai keagamaan adalah faktor external yang berkaitan erat dengan lingkungan remaja itu sendiri. Sejak pada usia sekolah dasar sampai dengan usia sekolah menengah bahkan sebelum masuk kepada fase keremajaan, para remaja sudah dibekali dengan ilmu-ilmu atau nilai-nilai keagamaan, nilai-nilai keagamaan tersebut diberikan secara langsung maupun secara tidak langsung. Lembaga non formal yang pertama kali mengenalkan agama kepada remaja adalah keluarga, setelahnya dilingkungan sekolah begitu seterusnya sampai menginjak usia remaja yang sudah matang.

 

Penerimaan terhadap nilai-nilai keagamaan dapat merosot apabila tidak dibarengi dengan praktik yang real, jika dihadapkan dengan satu fakta real, saat ini banyak media-media yang menyuguhkan bagaimana secara halus dapat merusak moral generas muda, dan dengan demikian semua hal itu kembali lagi dapat diperhalus atau disaring oleh para remaja agar terhindar dari perilaku-perilaku yang mengacu pada pelanggaran norma, khususnya norma agama.

READ  IPNU NTB Prihatin, Kondisi Sekolah di NTB Masih Tak Layak

 

Pentingnya pemahaman nilai-nilai keagamaan dikalangan remaja dapat memepengaruhi karakteristik bahkan perilaku remaja itu sendiri, berikut ada beberapa cara memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai keagamaan dikalangan para remaja. ada beberapa cara memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai keagamaan dikalangan remaja antara lain adalah :

 

Pemberian nilai-nilai Akidah

Pendidikan akidah yang benar pada diri anak remaja merupakan pondasi utama dan pertama yang harus ditanamkan. Dengan akidah yang kuat, para remaja akan terjaga dari pengarauh-pengaruh yang tidak baik. Pendidikan akidah telah dicontohkan oleh Luqman Al- hakim, yang terdapat dalam al-qur’an surat Luqman: 13

 

“Dan (ingatlah) Ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya ,” Hai anakku, jangan kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang benar”.

Mengajarkan Kewajiban-Kewajiban Dalam Islam

 

Masa remaja adalah permulaan dari masa baligh, dimana harus melakukan kewajibannya dalam hal ibadah, karena dalam islam masa baligh adalah masa dimana seseorang wajib melakukan ibadah-ibadah seperti shalat, puasa, zakat dan lain sebagainya.

 

“perintahkan anakmu untuk shalat Ketika berumur tujuh tahun , dan pukulah dia karena meninggalkan shalat Ketika berumur sepuluh tahun”. (HR.Abu Daud)

 

Pendidikan Akhlak Mulia

Pada masa sekarang ini, Pendidikan akhlak sangatlah penting, karena pergaulan remaja sekarang sudah sangat bebas. Dengan adanya berbagai fasilitas seperti gadget, televisi dan lainnya yang bisa mendukung hal-hal tersebut. Akhlak yang paling penting ditanamkan untuk menghadapi hal lain adalah takwa kepada Allah dan sikap muraqabah atau merasa selalu diawasi Allah baik dalam keramaian maupun kesendirian.

Membekali Dengan Ilmu Agama

 

Rasulullah SAW bersabda, “barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan kepadanya, niscaya Allah paham akan dia dalam agama.” (HR Bukhari Muaslim) dalam memberikan Pendidikan kepda remaja kita harus memberikannya bekal ilmu agama baik dalam hal akidah, ibadah dan juga muamallah.

READ  Komunikasi Kebangsaan Rakyat Jalanan

Facebook

Sabolah
banner 120x600
Sabolah

Tinggalkan Balasan

Sabolah
Subscribe for notification