Lombok Tengah | Lombok Fokus – Ketua PCNU Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, angkat bicara terkait penghinaan terhadap TGH Lalu Turmudzi Badarudin, Mustasyar PBNU yang dikenal sebagai sosok ulama kharismatik. Kasus ini bermula dari komentar tidak pantas yang ditulis oleh akun Facebook bernama Being Rahman pada unggahan milik akun resmi Pondok Pesantren NU Qomarul Huda Bagu.
Dalam unggahan tersebut, TGH Lalu Turmudzi yang sedang menyampaikan ceramah dari kursi roda mendapatkan komentar bernada hinaan, “Ini ulama bisulan atau gimana ya, kenapa adab dan etikanya gak sesuai dengan pakaian yang dipakainya.” Komentar itu memicu kemarahan banyak pihak, terutama para tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan alumni pesantren.
Ketua PMII Lombok Tengah melaporkan kasus tersebut ke Polres Loteng. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil ditangkap dan kini menjalani proses hukum.
Lalu Pathul Bahri yang Juga Merupakan Bupati Kabupaten Lombok Tengah menegaskan bahwa penghinaan terhadap ulama adalah tindakan yang tidak bisa diterima, terutama jika menyasar Mustasyar PBNU. “Sebagai muslim, kita harus menghargai ulama. Saya keberatan dengan penghinaan ini, dan proses hukum harus dihormati,” ujar Pathul dengan nada tegas, Kamis (12/12).
Pathul juga mengingatkan agar dalam menyelesaikan persoalan agama atau lainnya, setiap pihak perlu mengedepankan mekanisme yang bijaksana, seperti dialog dan diskusi. Ia mengecam keras tindakan penghinaan dan menyatakan bahwa hal tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.
“Jika ada perbedaan pandangan atau kritik, itu sah-sah saja. Tapi jangan sampai melibatkan penghinaan yang melukai perasaan umat dan mencederai martabat ulama,” tambahnya.


