Scroll untuk baca artikel
ArtikelBeritaDaerah

PC Muslimat NU Loteng Gelar Raker, Gaungkan Gerakan Lawan Stunting dan Penguatan Keluarga Sejahtera

×

PC Muslimat NU Loteng Gelar Raker, Gaungkan Gerakan Lawan Stunting dan Penguatan Keluarga Sejahtera

Share this article
Foto bersama Tamu undangan dan peserta Rakercab PC Muslimat NU Lombok Tengah.

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Lombok Tengah menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dengan mengusung tema “Bersama Muslimat Wujudkan Keluarga Sejahtera, Berilmu, dan Berakhlakul Karimah.” Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran perempuan NU dalam menjawab persoalan sosial dan keumatan, Bertempat di Aula Kantor PCNU Lombok Tengah, Rabu 29 Januari 2026.

 

IKLAN
Example 120x600

Rakercab dihadiri sejumlah tokoh daerah dan organisasi keagamaan, di antaranya Wakil Rois Syuriah PCNU Lombok Tengah TGH. Habiburrahman, jajaran Syuriah PCNU TGH. Tamim Khairi Adnan, Ketua MUI Lombok Tengah TGH.M. Nur, perwakilan Kemenag Lombok Tengah Ust. Suparman, Ketua I Baznas Lombok Tengah Tgh. Mala Sar’i, Sekretaris PCNU Lombok Tengah Lalu Rupawan Jhoni, Ketua dewan pakar PC Muslimat NU Loteng sekaligus TP PKK Kabupaten Lombok Tengah hj Baiq Nurul Aini Pathul Bahri, serta Ketua PW Muslimat NU NTB Hj. Dewiyanti Wahyuti.

 

Ketua panitia Rakercab Bq jasni mahayani.

Ketua Panitia, Baiq Jasni Mahayani, menyampaikan bahwa Rakercab ini digelar untuk merumuskan program kerja yang lebih terarah dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat, terutama di bidang pendidikan keluarga, sosial keagamaan, serta pemberdayaan perempuan.

 

Ketua PC Muslimat NU Lombok Tengah Hj. Hilwani.

Ketua PC Muslimat NU Lombok Tengah, Hj. Hilwani, menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga sebagai fondasi utama masyarakat.

 

“Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Di tangan para ibu, karakter generasi dibentuk. Karena itu, Muslimat NU harus hadir memberi teladan dalam pendidikan akhlak, pembiasaan ibadah, serta membangun budaya belajar di rumah,” ujarnya.

 

Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader agar Muslimat tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga responsif terhadap persoalan sosial.

 

“Muslimat harus melek ilmu, memahami isu kesehatan keluarga, pendidikan anak, hingga persoalan sosial di lingkungan sekitar. Keberadaan Muslimat harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan harapan agar ke depan Muslimat NU Lombok Tengah dapat memperluas kerja sama dengan lebih banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

 

“Kami berharap ke depan sinergi tidak hanya terbatas pada lembaga yang sudah ada, tetapi juga dengan dinas kesehatan, dinas sosial, dinas pendidikan, dan OPD lainnya. Karena persoalan keluarga itu menyangkut banyak aspek kesehatan, pendidikan, kesejahteraan sosial dan Muslimat siap menjadi mitra strategis pemerintah,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, Rakercab harus melahirkan program yang realistis dan berkelanjutan.

“Raker ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi komitmen bersama untuk memperkuat peran perempuan NU dalam menciptakan keluarga yang sejahtera lahir batin,” tambahnya.

 

Ketua PW Muslimat NU NTBHj. Dewiyanti Wahyuti.

Ketua PW Muslimat NU NTB, Hj. Dewiyanti Wahyuti, dalam sambutannya menyoroti persoalan stunting sebagai isu serius yang harus menjadi perhatian bersama.

 

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa stunting masih menjadi persoalan. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi masa depan generasi,” tegasnya.

 

Ia mengajak seluruh jajaran pengurus Muslimat untuk mengambil peran nyata melalui gerakan sosial berbasis kepedulian.

 

“Saya mengajak seluruh pengurus PW untuk bersedekah telur satu setengah tray setiap bulan. Ini adalah bentuk kepedulian sosial kita, peduli kemanusiaan, untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak dan ibu hamil,” ujarnya.

 

Menurutnya, jaringan Muslimat NU hingga tingkat ranting merupakan kekuatan besar dalam mendukung program kesehatan keluarga.

 

“Dari majelis taklim dan ranting-ranting inilah edukasi gizi, pola asuh, dan kesadaran kesehatan keluarga bisa terus disampaikan,” katanya.

 

Ia juga menegaskan bahwa keluarga sejahtera harus dibangun secara utuh.

 

“Keluarga sejahtera bukan hanya cukup secara ekonomi, tetapi juga kuat akhlaknya, rajin ibadah, dan memiliki kepedulian sosial,” tandasnya.

 

Asisten I Pemda Lombok Tengah H Lalu Muliawan.

Asisten I setda Lombok Tengah, H. L Muliawan, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Muslimat NU sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan keluarga dan pemberdayaan perempuan.

 

Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Muslimat NU dengan TP PKK Lombok Tengah, DP3AP2KB, Kementerian Agama Lombok Tengah, serta Baznas Lombok Tengah, yang difokuskan pada program kesejahteraan keluarga, pendidikan keagamaan, pemberdayaan perempuan, dan dukungan sosial masyarakat.

Rakercab ini diharapkan menjadi pijakan lahirnya program Muslimat NU yang lebih terarah, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat Lombok Tengah.

 

Example 120x600
Example 120x600