Opini, Lombok Fokus – Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi norma dan sopan santun. Seseorang yang memiliki akhlak yang baik akan lebih mudah diterima oleh dikalangan masyarakat. Sedangakn secara singkat dan sederhana akhlak merupakan tingkah laku yang sangat perlu dimiliki oleh stiap manusia dan dilakukan setiap saat dan trus menerus.
Dangdut adalah salah satu ciri khas musik Indonesia yang sudah berkembang dengan pesat. Pengertian musik dangdut yaitu perpaduan antara musik India dengan musik Melayu, seiring berkembangnya waktu dan zaman musik dangdut di Indonesia sudah mulai berbeda bahkan berdebat jauh dengan musik dangdut pada tahun 90’an.
Dilihat dari waktu ke waktu, dangdut pada zaman dulu banyak sekali lirik yang mengajarkan tentang kebaikan terhadap orang tua bahkan terkait peringatan yang disampaikan oleh lirik lagu khususnya untuk kaum muda. Berbeda dengan musik dangdut sekarang, jika di lihat dari beberapa aspek-aspek , dari segi pakaian atau penampilan, lirik lagu bahkan segi goyang biduan dangdut saat ini bisa dikatakan merusak akhlak dan moralitas anak bangsa.
Anak-anak pada umumnya yang seharusnya belajar tentang peningkatan etika dan moralitas kini disuguhkan kembali dengan musik dangdut yang menjadi musik kebanggan Indonesia, dengan lirik lagu, pakaian bahkan cara bergoyang membuat anak anak ( penonton ) yang melihatnya akan menampilkan fikiran yang negatif.
Menjadikan anak anak itu rusak akal fikirannya karena diperlihatkan atau dipertontonkan dengan hal hal yang kurang senonoh dengan usia mashdibawah umur, karena hari ini musik dangdut sudah bisa didapatkan di mana-mana dengan gampang sehingga anak anak dengan mudah mengakses serta rusak akhlak dan moralitas anak bangsa cepat untuk dirusak.
Oleh : Baiq Dian Kurniawati (Penulis Merupakan Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidiyah Universitas Islam Negeri Mataram )





