Scroll untuk baca artikel

Museum NTB Promosikan Budaya Daerah di Pameran Nasional “Mahawira Natyeng Pertiwi” di Bali

×

Museum NTB Promosikan Budaya Daerah di Pameran Nasional “Mahawira Natyeng Pertiwi” di Bali

Share this article

 

Denpasar, Lombok Fokus – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menunjukkan eksistensinya dalam mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional. Kali ini, Museum NTB turut ambil bagian dalam pameran nasional bertajuk “Mahawira Natyeng Pertiwi” yang digelar di Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB), Denpasar, Bali, Rabu (25/6/2025).

IKLAN
Example 120x600

 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh UPTD MPRB dalam rangka memperingati perjuangan rakyat Nusantara melawan kolonialisme serta mempererat jejaring antar museum di seluruh Indonesia.

 

Ketua panitia pelaksana, Dr. NLP Dewi Ardhiyanti, menjelaskan bahwa tema besar perjuangan dalam pameran ini sengaja diangkat untuk menanamkan kembali semangat patriotisme, khususnya kepada generasi muda.

 

“Kegiatan ini kami adakan untuk menggugah generasi muda dalam menanamkan semangat membela ibu pertiwi atau ‘nindihin bumi’ yang mulai memudar di kalangan mereka,” ujarnya.

 

Pameran resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gde Arya Sugiarta, S.Sn., M.Hum. Ia mengapresiasi keikutsertaan Museum NTB sebagai bagian dari rangkaian Pekan Kebudayaan Bali ke-XLVII.

 

Dalam kesempatan ini, Museum NTB memamerkan 24 koleksi historis yang menggambarkan perjuangan rakyat NTB melawan penjajahan. Koleksi tersebut mencakup berbagai senjata tradisional seperti pedang, keris, tombak, baju besi, topi baja, hingga heraldika berupa lencana dan lambang penghargaan.

 

Kasi Pengkajian dan Perawatan Koleksi Museum NTB, Ardi Aulia Rahman, menyatakan bahwa partisipasi museum bukan sekadar simbolis, tetapi juga membawa narasi sejarah yang kuat.

 

“Koleksi yang kami tampilkan ini merupakan saksi bisu perjuangan tokoh-tokoh lokal dari Pulau Sumbawa hingga Lombok dalam melawan penjajah,” ungkapnya.

 

 

Ia berharap pameran ini mampu membuka mata generasi muda untuk memahami pentingnya mengenang perjuangan masa lalu, bukan hanya sebagai catatan sejarah, tetapi juga sebagai inspirasi membela martabat dan budaya bangsa saat ini.

 

Sementara itu, Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam pameran ini merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam mempromosikan kebudayaan NTB secara lebih luas.

 

“Pameran ini adalah bagian dari strategi promosi budaya kami. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengenalkan keragaman dan identitas budaya NTB kepada publik nasional,” ujarnya dari Mataram.

 

 

Menurutnya, museum kini tak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya antar daerah.

 

Ahmad Nuralam juga mengapresiasi inisiatif UPTD MPRB dalam menyelenggarakan pameran lintas daerah ini. Ia berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar dan melibatkan lebih banyak museum dari kawasan timur Indonesia.

 

“Museum tidak boleh berjalan sendiri. Pameran seperti ini harus menjadi ruang kolaboratif untuk bersama-sama mempromosikan kekayaan budaya Indonesia,” pungkasnya.

 

 

Pameran “Mahawira Natyeng Pertiwi” ini berlangsung selama 24 hari, mulai 25 Juni hingga 18 Juli 2025, dengan melibatkan 183 peserta dari berbagai museum di Indonesia. Peserta dibagi ke dalam delapan kelompok (A-H), masing-masing mendapat jadwal tampil selama tiga hari.

 

Museum NTB tergabung dalam Kelompok A bersama UPTD MPRB/Bajra Sandhi, Art Gallery Bali, Stand Karya Seni SLB, dan Stand Karya Seni SPM. Museum NTB akan memamerkan koleksinya pada tanggal 25–27 Juni 2025.

Example 120x600
Example 120x600