Mataram, Lombokfokus.com – Suhu politik kepemudaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTB yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2025. Berdasarkan informasi dari poster yang beredar, dua nama mencuat sebagai bakal calon Ketua DPD I KNPI NTB, yakni Saidin Al Fajri, S.H. dan Al Mukmin Betika, M.Pd.
Saidin Al Fajri tampil dengan tagline “Pemuda Maju Mendunia”, yang menonjolkan visi globalisasi dan inovasi kepemudaan NTB di era modern. Sementara itu, Al Mukmin Betika membawa semangat “Pemuda BANTENG”, yang mencerminkan militansi, keberanian, dan semangat pergerakan kaum muda di daerah.
Keduanya disebut-sebut siap melanjutkan estafet kepemimpinan dari Ketua DPD KNPI NTB saat ini, Taufik Hidayat, yang masa jabatannya akan segera berakhir. Munculnya dua figur dengan karakter dan visi berbeda ini membuat dinamika pra-Musda semakin menarik untuk diikuti.
Spekulasi Duet Saidin – Mukmin
Di kalangan aktivis pemuda, berkembang spekulasi bahwa kedua tokoh tersebut bisa saja bersatu dalam satu barisan. Wacana “Duet Saidin–Mukmin” mulai ramai dibicarakan sebagai kombinasi ideal antara visi global dan kekuatan akar pergerakan lokal.
Saidin, yang dikenal aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan sosial, dianggap membawa gagasan pembaruan dan perluasan jejaring pemuda NTB ke tingkat nasional bahkan internasional. Sementara Al Mukmin Betika dikenal sebagai figur progresif dengan pengalaman panjang dalam dunia pendidikan dan pergerakan mahasiswa, yang memiliki basis kuat di tingkat akar rumput.
“Musda kali ini adalah momentum penting bagi pemuda NTB. Munculnya calon-calon potensial seperti Saidin dan Al Mukmin memberi angin segar bagi regenerasi kepemimpinan KNPI,” ujar Iskandar Nandar pengamat organisasi kepemudaan di Mataram.
“Kalau keduanya bisa berkolaborasi, itu akan menjadi kekuatan besar yang bisa menyatukan elemen-elemen pemuda di NTB.”
Dinamika Menuju Musda
Musda KNPI NTB 2025 diperkirakan akan berlangsung sangat dinamis. Selain persaingan gagasan dan jaringan dukungan, ajang ini juga akan menjadi tolak ukur arah gerak organisasi kepemudaan terbesar di NTB dalam menghadapi tantangan zaman — mulai dari isu ekonomi kreatif, pemberdayaan digital, hingga partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah.
Panggung Musda yang akan digelar pada 15 Desember 2025 dipastikan menjadi ajang adu visi, strategi, dan kemampuan membangun konsolidasi antar-delegasi OKP.
Apakah Saidin dan Al Mukmin akan bertarung hingga akhir, atau justru bersatu dalam satu barisan kepemimpinan?
Jawabannya akan terungkap di Musda KNPI NTB 2025, yang kini tengah menjadi pusat perhatian publik kepemudaan di Nusa Tenggara Barat.






