google-site-verification=mNbK5priajcJNdqSMFETfr0zURnqarSSZmu1zHiHDpU Verification: 27a3a887773ff714

Maaf Pengelolaan Wisata di Kecinan Terkendala Lahan !

  • Bagikan
Maaf Pengelolaan Wisata di Kecinan Terkendala Lahan !
Sabolah

Titikmedia.com – Meski sudah ditunjang oleh alam yang bagus rupanya destinasi wisata yang berada di Dusun Kecinan Desa Malaka Kecamatan Pemenang belum mampu dikelola maksimal oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdariws). Usut punya usut keterbatasan lahan menjadi kendala, demikian diungkapkan Ketua Pokdarwis Eko Kecinan Mahbub, Senin (26/7).

Menurutnya, lahan yang ia kelola saat ini untuk mejual wisata yaitu lahan aset daerah yang dihibahkan ke desa seluas 16 are. Kendati ada 2 are lain lahan disebelahnya masih dikuasai oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Norwegia. Pihaknya mengharapkan jika 2 are lahan tersebut bisa dipinjampakai maka pengelolaan wisata yang ia pimpin bisa berjalan baik.

Iklan PUPR Lotara

“Kami harap supaya pemerintah atau pihak desa bisa menjembatani kami untuk meminjam lahan disebelah ini. Daripada mangkrak dibiarkan begitu saja,” ujarnya.

Dijelaskan, lahan tersebut rencananya akan dibuat sebagai spot tempat duduk bagi pengunjung yang datang. Terlebih lokasi wisata yang ia Kelola bersama sejumlah pemuda setempat tersebut belakangan mulai naik daun. Hal ini tidak lepas dari Kementerian Desa (Kemendes) yang memberikan anggaran ke Desa Malaka untuk pembangunan Homestay empat lokal senilai Rp 400 juta disebelah lokasi. Dengan demikian diharapkan ketika homestay sudah jadi maka pemanfaatan paket wisata di lokasi bisa berjalan.

“Kalau lahannya kurang tentu kita tidak bisa apa-apa. Karena sayang sekali, ini sudah lama dibiarkan oleh pemiliknya. Kita akan manfaatkan untuk mengecat dindingnya dan sebagainya,” jelasnya.

Mahbub mengakui, selain menjual pemandangan alam pantai yang indah di lokasi tersebut juga menyuguhkan spot untuk snorkeling dan diving. Pasalnya, sejumlah biota langka seperti spesies Costasiela, Hippocampus Histrix, Commerson Frogfish justru ditemukan di sana. Spesies tersebut malah tidak dimiliki oleh perairan tiga gili. Tak ayal banyak penyedia jasa diving mengiring tamu mereka ke perairan Kecinan.

READ  Cegah Penularan Covid-19, KNPI NTB Dukung Sinergi TNI-Polri dan Pemprov

“Jenis biota laut itu malah tidak ada di tiga gili, ini yang harus dipahami dan hanya dimiliki oleh Kecinan. Selain itu ditempat kami sering dijadikan lokasi camping oleh wisatawan lokal,” katanya.

Berkembangnya destinasi wisata di Kecinan idealnya harus disupport oleh pemerintah. Belum menyangkut lahan yang ia tuntut, belakangan Mahbub menilai pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Utara justru terkesan tutup mata dengan perkembangan pokdarwis secara mandiri. Betapa tidak, sejauh yang ia ketahui sejak pokdarwis beridiri hingga sekarang tidak pernah ada perhatian oleh instansi tersebut.

“Kami di sini tidak pernah mendapat pelatihan diving. Padahal kita di sini juga kekurangan alat, ke depan dinas harus lebih memerhatikan. Hanya ini yang bisa menunjang ekonomi kami di Kecinan ini terlebih di massa pandemi,” pungkasnya.(nda)

Facebook

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Subscribe for notification
Refleksi HANI, Wartiah dan Rumah Aspirasi Gelar Loma Video Kreatif Mantan Wakil Gubernur NTB Wafat Aksi Joget Tiktok di Lombok Viral