Scroll untuk baca artikel

Longsor di Pusuk Akibat Proyek Jalan, Pemprov NTB Diminta Bersikap

×

Longsor di Pusuk Akibat Proyek Jalan, Pemprov NTB Diminta Bersikap

Share this article

Ikuti Kami di Google News

Dapatkan berita terbaru, tercepat, dan terpercaya dari Lombok Fokus langsung melalui Google News.

Baca di Google News

Lombok Utara – Intensitas hujan yang tinggi beberapa hari belakangan membuat Kawasan pusuk menjadi longsor disejumlah titik. Namun, diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD KLU Zaldy Rahardian, Senin (29/11) bencana ini rupanya tidak terjadi lantaran faktor alam, melainkan karena adanya pekerjaan jalan Rembiga-Pemenang yang dikerjakan oleh Dinas PUPR NTB.

Menurutnya, pengerukan tanah di sana menjadi sumber terjadinya longsor disejumlah titik. Tentu dalam hal ini Dinas PUPR harus melakukan penanganan tidak hanya pada bagian bawah tebing saja, melainkan juga pada bagian atas tebing. Pasalnya, ketika hujan turun tebing dari atas tidak hanya menurunkan tanah kendati juga beberapa pohon yang langsung jatuh ke badan jalan.

IKLAN
Example 120x600

“Kalau kita lihat kondisinya harus segera diberikan penanganan bukan hanya dibawah yang dibangun tetapi juga di atas. Longsor itu bukan murni karena alam tapi karena ada aktivitas pengerjaan pembangunan jalan,” ungkapnya.

Dijelaskan, pihaknya sampai saat ini belum mengetahui seperti apa pola penanganan yang dilakukan oleh Pemprov NTB menyangkut keselamatan pada pengguna jalan manakala longsor terjadi di wilayah tersebut. Hanya saja, hal ini tidak bisa dianggap sepele karena mengingat cuaca belakangan yang melanda Lombok Utara khususnya di jalur pusuk makin hari makin menjadi. Sebelum adanya korban, pun mengantisipasi hal yang tidak diinginkan idealnya Pemprov harus mengambil sikap.

“Jadi seyogyanya Dinas PU Provinsi selaku pemilik kegiatan itu untuk melakukan monitoring dan evaluasi karena memang kondisi jalan yang ada saat ini belum selesai,” jelasnya.

Pihaknya sendiri di daerah, lanjut mantan Kadis DLHPKP itu, bukan tanpa upaya tim TRC BPBD KLU banyak mendapat laporan akibat longsor di Kawasan pusuk tersebut. Tak ayal, pihaknya ketika terjadi longsor melakukan penanganan bersama warga dengan menggunakan bantuan alat seadaanya. Maka dari itu, ketika alat berat yang notabene melakukan pekerjaan di sana mampu disiagakan selama 24 jam, maka ketika terjadi longsor kembali setidaknya bisa memudahkan penanganan.

“Kami dengan Pol PP, Polri, dan TNI mengamankan di situ, kita harapkan alat yang ada di Pusuk itu bisa stand by 24 jam jangan sampai begitu terjadi longsor kita butuh alat, tapi operatornya yang tidak ada. Karena memang sempat beberapa kali alasannya begitu,” katanya.

“Selama pekerjaan itu berjalan pihak PU punya kewajiban supaya arus berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya.(ric)

Example 120x600
Example 120x600