MATARAM – Lalu Kholid Karyadi resmi ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Perseroda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain Kholid, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Muhamad Fauzal, juga terpilih sebagai Anggota Dewan Komisaris PT BPR NTB Perseroda.
Menanggapi amanah tersebut, Kholid memohon doa dan dukungan dari seluruh pihak agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
“Mohon doa dan dukungan semua,” ujar Kholid, Kamis (12/2/2025).
Bukan Wajah Baru di Dunia BPR NTB
Kholid mengungkapkan bahwa dunia kerja di BPR NTB bukanlah hal baru baginya. Ia telah terlibat dalam proses transformasi lembaga tersebut sejak dua dekade lalu.
Pada 2005–2006, saat PD BPR LKP masih berdiri sendiri di masing-masing kecamatan se-NTB, ia terlibat dalam proses migrasi sistem dari Microsoft Excel ke software perbankan di Lombok Timur dan Lombok Tengah.
“Saat itu hanya saya tenaga lokal yang terlibat langsung secara teknis. Kemudian dilanjutkan dengan merger PD BPR LKP per kabupaten pada 2009–2010,” kenangnya.
Tak hanya di sektor praktik, Kholid juga pernah berkontribusi di dunia akademik. Saat UIN Mataram membuka Jurusan Ekonomi Syariah dan membangun Laboratorium Perbankan Syariah pada 2009–2011, ia menjadi dosen pertama yang mengajar mata kuliah Komputer Perbankan selama dua tahun.
“Saat itu Ustad Muh Baihaqi menjadi sekretaris laboratorium dan Prof Riduan Mas’ud sebagai ketua laboratorium,” ujarnya.
Perjalanan Panjang dan Amanah Baru
Kholid mengaku perjalanannya hingga dipercaya sebagai Komisaris Utama merupakan hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Ia menceritakan pertemuannya kembali pada 2025 dengan Didik Last Don, yang kini menjabat Direktur Operasional PT BPR NTB. Saat pertama kali bertemu bertahun-tahun lalu, Didik masih berstatus tenaga honorer di PD LKP Praya.
“Ibu Ria yang sekarang Komisaris dulu menjadi SPI, Lalu Yudi yang kini Kepala Divisi Bisnis dulu staf, Lalu Adi Fansyuri masih staf di PD LKP Labuan Lombok, Ibu Laoli masih akunting di PD LKP Mujur. Di sana saya belajar menghitung accrual basis,” tuturnya.
Ia meyakini amanah yang diterimanya merupakan bagian dari skenario Tuhan dan berkomitmen menjalankannya dengan penuh tanggung jawab.
“Sekali lagi, mohon doa dan dukungannya,” ucapnya.
Segenap jajaran PT BPR NTB Perseroda turut menyampaikan ucapan selamat atas penetapan tersebut melalui akun resmi Instagram @bankbprntb.
“Segenap Keluarga Besar PT BPR NTB PERSERODA mengucapkan Selamat & Sukses atas ditetapkannya L. Kholid Karyadi, ST sebagai Komisaris Utama dan Lalu Muhamad Fauzal sebagai Anggota Dewan Komisaris PT BPR NTB PERSERODA,” tulisnya.
Gubernur NTB Dorong Integrasi ke Skema Syariah
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong agar ke depan Bank NTB dapat menjadi satu-satunya holding company milik Pemprov NTB di bidang keuangan.
Saat ini, Pemerintah Provinsi NTB tengah memproses pengalihan BPR NTB menuju skema syariah agar dapat diintegrasikan secara vertikal dengan Bank NTB Syariah.
Gubernur berharap Bank NTB Syariah semakin menjadi kebanggaan masyarakat NTB, baik dari sisi aset, portofolio, kualitas SDM, integritas, maupun kontribusi laba bagi daerah.
“Kita bangga dalam arti sesungguhnya. Bangga bahwa Bank NTB Syariah memiliki aset besar, portofolio kuat, SDM yang andal secara teknis dan integritas, serta mampu mencetak laba besar untuk pemerintah provinsi, kabupaten/kota, pemilik saham, dan masyarakat,” ujar Gubernur.
Ia juga menekankan bahwa perbankan syariah memiliki potensi besar di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Perbankan syariah memberikan kepastian, kepastian bagi hasil, kepastian tanpa bunga. Bahkan banyak pengusaha nonmuslim mulai masuk ke perbankan syariah karena pertimbangan kepastian tersebut,” jelasnya.
Dengan kepengurusan baru dan arah transformasi menuju skema syariah, PT BPR NTB Perseroda diharapkan semakin memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan ekosistem keuangan syariah di Nusa Tenggara Barat.









