Lombok Barat – Dalam upaya mencari solusi atas tingginya angka perceraian yang semakin mengkhawatirkan, sejumlah tokoh agama, perwakilan pemerintah daerah, dan stakeholder berkumpul dalam sebuah dialog publik. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari KNPI Lombok Barat, BAZNAS Lombok Barat, Ketua Pengadilan Agama Lombok Barat, Kemenag Lombok Barat, Ramdan Haryanto dari BP, serta perwakilan 2KBP3A.
Dialog publik yang digelar oleh KNPI Lombok Barat hari ini membahas berbagai aspek penyebab tingginya angka perceraian di Kabupaten Lombok Barat, mulai dari tekanan ekonomi, pergeseran nilai sosial, hingga minimnya dukungan konseling dan edukasi mengenai pentingnya keutuhan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan KNPI Lombok Barat menyatakan,
“Kami mendapati bahwa peran pemuda sangat penting dalam menjaga nilai kekeluargaan. Melalui edukasi dan kegiatan positif, kami berharap generasi muda dapat memahami pentingnya keharmonisan keluarga.” Ungkap Khairunnisa Ketua KNPI Lombok Barat.
TGH M. Tafsir Al Azhar dari BAZNAS Lombok Barat menambahkan,
“BAZNAS Lombok Barat turut aktif memberikan bantuan sosial berupa zakat dan program kemanusiaan untuk meringankan beban ekonomi keluarga yang tengah mengalami krisis, sehingga diharapkan dapat mencegah konflik yang berujung pada perceraian.”
Ketua Pengadilan Agama Lombok Barat, M. Syah Aryanto, menyampaikan pandangannya terkait aspek hukum,
“Pengadilan kami senantiasa mengupayakan penyelesaian sengketa secara damai melalui mediasi dan pendekatan hukum yang mendidik masyarakat tentang hak dan kewajiban dalam pernikahan. Langkah ini kami anggap penting untuk meredam angka perceraian.”
Sementara itu, Haryadi Iskandar dari Kemenag Lombok Barat mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menginisiasi berbagai program konseling dan pendidikan agama,
“Kami telah meluncurkan program sosialisasi dan konseling untuk pasangan, guna memperkuat fondasi rumah tangga dan mencegah perpecahan sejak dini. Dialog publik seperti ini membuka ruang sinergi antar semua pihak yang peduli.”
Ramdan Haryanto dari BP2KBP3A menekankan peran aktif masyarakat,
“Keterlibatan komunitas sangat krusial. Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang mendukung nilai-nilai kekeluargaan dan menyelesaikan konflik secara konstruktif.”
Perwakilan dari 2KBP3A juga menyampaikan pentingnya penguatan nilai budaya dan pendidikan dalam mencegah perceraian,
> “Peningkatan kesadaran melalui pendidikan karakter dan nilai budaya merupakan langkah preventif yang tidak boleh diabaikan. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa menciptakan keluarga yang harmonis dan stabil.”
Dialog publik ini menjadi momentum penting bagi semua pihak untuk bersama-sama merumuskan strategi dan kebijakan guna menanggulangi permasalahan perceraian di Kabupaten Lombok Barat. Diharapkan, sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan stakeholder dapat menghasilkan solusi yang berkelanjutan demi terwujudnya keluarga yang harmonis dan masyarakat yang lebih sejahtera.


