Verification: 27a3a887773ff714

Kecam Tindakan Oknum Polisi di Sultra, PB PMII Minta Kapolri Turun Tangan

  • Bagikan
Sabolah
Kecam Tindakan Oknum Polisi di Sultra, PB PMII Minta Kapolri Turun Tangan
Sekretaris Jendral Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Sabolah Al-Kalamby,  (Ist/pbpmiioffical)

JAKARTA | Tindakan represif oknum polisi yang merobek bendera Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sangat disayangkan. Selain merobek bendera, oknum polisi di Sulawesi Tenggara itu juga menginjak kader puteri PMII hingga pingsan.

BANK NTB Syariah

Tindakan represif tersebut dengan spontan dikecam Pengurus Besar PMII. Tindakan semacam itu dinilai melanggar SOP penjagaan aksi demonstrasi.

Sekretaris Jenderal PB PMII, Sabolah Al Kalamby, mengatakan bahwa hal tersebut adalah penghinaan bagi PMII. “Selain kami merasa kecewa karena bendera kami dirobek, oknum pelaku juga sangat tidak manusiawi karena menginjak-injak kader puteri kami hingga pingsan” sesalnya.

Menurutnya, Tidak pantas sebagai pengayom rakyat tapi justru bersikap demikian.

Untuk itu, dia meminta kepada Kapolda Sultra dan Kapolri untuk memgambil sikap tegas. Sanksi yang pantas bagi oknum polisi tersebut, lanjutnya

“Demokrasi di era pemerintahan Presiden Jokowi ini sudah cukup baik dari sebelumnya. Jangan kemudian stigma itu ternodai dan rusak karena ulah satu atau dua oknum yang tidak tahu etik dan beringas. Kapolri harus segera turun tangan,” lanjutnya dengan tengas.

Untuk diketahui, sejumlah kader PMII melakukan aksi di depan Mapolda Sultra pada Kamis (17/12). Mereka menuntut agar status tersangka lima orang temannya dicabut. Sebab pemberian status tersangka tersebut dinilai inprosedural atau tidak memiliki dasar yang kuat.

Pemberian status tersangka kader PMII adalah buntut dari aksi demonstrasi pada Senin (14/12). Aksi tersebut dilakukan PMII untuk membela hak buruh di PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).

Namun PMII justru dituduh sebagai provokator. Akibatnya, lima orang kader PMII ditetapkan sebagai tersangka melalui Surat Ketetapan Tersangka yang dikeluarkan oleh Polda Sultra, tertanggal 15 Desember 2020. Dengan dijerat Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 216 ayat (1) KUHP Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/581/XII/2020/SPKT yang ditandatangani langsung oleh Dir Res Krimum, Kombes Pol La Ode Aries. [Red/Lf/03]

www.lombokfokus.com

Facebook

READ  Pangdam IX/Udayana Silaturrahim Ke Pondok Pesantren Qhomarul Huda
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Subscribe for notification
Refleksi HANI, Wartiah dan Rumah Aspirasi Gelar Loma Video Kreatif Mantan Wakil Gubernur NTB Wafat Aksi Joget Tiktok di Lombok Viral