LombokFokus|Narmada — Hujan deras yang mengguyur wilayah Pulau Lombok pada Ahad (6/7/2025) siang hingga sore, tak hanya memicu luapan air di sejumlah titik, namun juga menguji kesiapsiagaan jajaran Polsek Narmada. Di bawah komando Kapolsek Narmada AKP Ahmad Majmuk, S.Pd., personel dikerahkan untuk melakukan patroli, pemantauan, hingga turun tangan langsung membantu warga di wilayah terdampak.
“Semua desa di wilayah hukum kami pantau sejak siang. Meskipun sebagian besar aman, ada beberapa titik yang kami anggap menonjol dan memerlukan perhatian lebih,” ujar AKP Ahmad Majmuk.
Salah satu titik yang menjadi perhatian, Desa Dasan Tereng dan Dusun Lembuak Timur, Desa Lembuak. Di dua lokasi tersebut, luapan air dari kali menyebabkan genangan, bahkan sempat mencapai lutut orang dewasa di Lembuak sebelum akhirnya surut.
“Warga di sana cukup tanggap, dan kami juga langsung membantu agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada pemantauan banjir, jajaran Polsek Narmada juga sigap membantu mengatur arus lalu lintas, terutama di titik-titik rawan kemacetan seperti simpang tiga Taman Narmada.
“Saat hujan deras, kendaraan dari arah Mataram menuju Lombok Tengah, juga Lombok Timur dan sebaliknya cukup padat. Kami tempatkan personel di simpang tiga Narmada, agar arus tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan,” jelas Kapolsek.
Sayangnya, di tengah kondisi cuaca ekstrem tersebut, musibah tak dapat dihindari. Seorang pemuda di Dusun Kalimanting, Desa Suranadi, dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar rumah saat hujan. Pastikan instalasi listrik di rumah maupun lingkungan aman,” imbau AKP Ahmad Majmuk.
Ia juga menekankan jika jajaran Polsek Narmada akan terus siaga, terutama menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu belakangan ini.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami. Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan membantu semaksimal mungkin,” pungkasnya.(djr)


