Lombok Tengah | Lombok Fokus – Bupati Lombok Tengah sekaligus Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lombok Tengah, H. L. Pathul Bahri, S.IP., M.AP., mendorong kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor Lombok Tengah, yang digelar pada 20–22 Juni 2025 di Kantor PCNU Loteng.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa kaderisasi yang dilakukan GP Ansor bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak pemimpin masa depan yang tangguh, berideologi kuat, dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Kader GP Ansor adalah pemuda NU yang menjadi harapan besar bagi kemajuan NU dan juga Kabupaten Lombok Tengah. Maka kader-kader Ansor harus terus meningkatkan kapasitas, memperkuat ideologi, dan siap mengisi seluruh sektor strategis di daerah,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan kader GP Ansor tidak boleh terbatas pada kegiatan keagamaan atau organisasi semata, tetapi harus mampu mewarnai berbagai sektor pembangunan, seperti pemerintahan, pendidikan, ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan.
“Saya ingin melihat kader Ansor hadir dan mengambil peran di semua lini pembangunan—baik pemerintahan, pendidikan, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan. Karena keberadaan mereka bukan hanya penting bagi organisasi, tapi juga bagi masa depan daerah,” lanjutnya.
Bupati yang juga pernah menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Loteng pada 1999 itu menambahkan, kaderisasi yang menyeluruh adalah kunci keberlangsungan organisasi.
“Program kaderisasi seperti PKD ini harus rutin dilakukan, tidak hanya di tingkat cabang, tapi juga menjangkau seluruh PAC dan ranting di desa-desa. Kaderisasi yang menyeluruh adalah kunci keberlanjutan organisasi,” ujarnya.





