Pesan Reflektif Dr. I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya *
LombokFokus – Di zaman sekarang, banyak orang berlomba-lomba menimba ilmu, mendalami agama, hingga mencari jalur spiritual demi jadi pribadi yang lebih ‘berisi’. Tapi, Dr. I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengingatkan kita semua dengan satu pesan sederhana namun dalam maknanya: “Belajar jadi orang benar saja dulu”.
Bukan tanpa alasan. Sehebat apapun ilmu yang kita pelajari—baik agama, spiritualitas, maupun pengetahuan umum—semuanya tak akan ada artinya jika kita belum benar secara pribadi. “Kalau hati belum lurus, niat belum jernih, ya ujung-ujungnya cuma teori dan teori. Nggak akan nyampe ke makna sejatinya”.
Pesan ini bukan cuma sekadar motivasi, tapi semacam ‘alarm batin’ agar kita nggak lupa: “sebelum sibuk mengisi kepala, kita harus benahi hati dulu. Karena kalau fondasinya rapuh, ilmu sehebat apapun bisa melahirkan ego, bukan pencerahan“.
Fenomena banyaknya orang yang begitu semangat belajar, tapi kurang refleksi diri. Mereka tahu banyak, bicara lantang, tapi lupa bertanya: “Apakah aku sudah benar sebagai manusia?” Ilmu yang benar-benar membawa manfaat itu adalah ilmu yang bisa dibawa pulang ke kehidupan sehari-hari—yang bisa bikin kita lebih sabar, jujur, dan ringan tangan membantu sesama.
“Jangan sampai kita paham luar dalam soal agama atau ilmu, tapi lupa cara bersikap baik, lupa cara jadi manusia yang membumi”.
Jadi, sebelum kita kejar gelar, status, atau pengakuan atas pengetahuan, yuk mulai dulu dari hal yang paling dasar tapi penting: jadi pribadi yang benar. Karena saat hati bersih dan sikap kita lurus, barulah ilmu akan berfungsi sebagaimana mestinya—bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk kebaikan bersama.


