LOMBOK UTARA, LOMBOK FOKUS – Abed Aljabiri Adnan resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD II) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lombok Utara periode kepengurusan mendatang melalui Musyawarah Daerah (MUSDA) DPD II KNPI Lombok Utara Tahun 2026, Kamis (5/11/2026).
MUSDA yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Lombok Utara tersebut menjadi momentum penting bagi regenerasi kepemimpinan sekaligus konsolidasi organisasi kepemudaan di Kabupaten Lombok Utara.
Terpilihnya Abed diharapkan mampu membawa semangat baru dalam memperkuat persatuan, menyatukan gagasan, serta membangun kolaborasi lintas organisasi kepemudaan di daerah yang dikenal dengan sebutan Dayan Gunung tersebut.
Abed: KNPI Harus Menjadi Rumah Besar Seluruh Pemuda
Usai terpilih, Abed Aljabiri Adnan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), para senior, serta seluruh elemen kepemudaan yang telah memberikan kepercayaan dan amanah kepadanya.
Ia menegaskan bahwa terpilihnya sebagai ketua bukanlah kemenangan pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab bersama untuk membangun KNPI sebagai wadah berhimpun seluruh pemuda Lombok Utara.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan. Ini bukan kemenangan pribadi ataupun kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab bersama untuk membangun KNPI sebagai rumah besar seluruh pemuda Lombok Utara,” ujarnya.
Menurut Abed, KNPI ke depan harus menjadi organisasi yang inklusif, terbuka terhadap perbedaan, serta memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi seluruh organisasi kepemudaan untuk berkontribusi.
Ia juga menilai bahwa tantangan KNPI tidak cukup hanya membangun struktur kepengurusan maupun menjalankan agenda seremonial. Organisasi kepemudaan harus mampu menghadirkan kerja nyata dan mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
“KNPI tidak boleh hanya hadir ketika ada pelantikan, MUSDA, atau kegiatan seremonial lainnya. Kita ingin KNPI benar-benar hidup di tengah masyarakat, menjadi ruang artikulasi gagasan, memperjuangkan kepentingan pemuda, dan berkontribusi dalam menjawab persoalan daerah,” tegasnya.
Dorong KNPI Independen dan Kritis terhadap Kebijakan Pemerintah
Selain penguatan internal organisasi, Abed juga menyoroti pentingnya menjaga independensi KNPI dalam membangun hubungan dengan pemerintah daerah.
Baginya, KNPI harus mampu menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan, sekaligus menjadi mitra kritis yang berani mengawal dan memberikan masukan terhadap kebijakan publik.
“Kolaborasi bukan berarti kehilangan daya kritis. Kita bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan, tetapi KNPI juga harus tetap memiliki keberanian untuk menyampaikan kritik dan memberikan masukan ketika terdapat kebijakan yang perlu diperbaiki,” ungkapnya.
Ia berharap KNPI Lombok Utara dapat menjadi wadah pengembangan potensi generasi muda di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, pariwisata, sosial budaya, hingga penguatan sumber daya manusia.
Menurutnya, potensi pemuda Lombok Utara perlu dihimpun dan dikembangkan melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan daerah dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ajak OKP Bersatu Pasca-MUSDA KNPI Lombok Utara 2026
Abed juga mengajak seluruh OKP dan elemen kepemudaan untuk kembali merajut persaudaraan setelah pelaksanaan MUSDA. Ia menilai perbedaan pandangan dan pilihan dalam proses demokrasi organisasi merupakan hal yang wajar dan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan.
“Setelah MUSDA ini, tidak boleh lagi ada sekat antara yang memilih dan yang tidak memilih. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk membesarkan KNPI. Mari kita tinggalkan perbedaan dan mulai bekerja bersama demi kepentingan pemuda Lombok Utara,” ajaknya.
Dengan mengusung semangat “Kolaborasi Pemuda Dayan Gunung, Menuju Lombok Utara Maju”, kepemimpinan baru DPD II KNPI Lombok Utara diharapkan mampu menghadirkan organisasi yang lebih progresif, inklusif, independen, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Abed menegaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak semata-mata diukur dari besarnya jabatan maupun megahnya struktur organisasi, tetapi dari sejauh mana organisasi yang dipimpinnya mampu memberikan manfaat bagi pemuda dan masyarakat.
“Sudah saatnya pemuda Lombok Utara tidak hanya menjadi penonton pembangunan. Pemuda harus hadir sebagai bagian dari gagasan, gerakan, dan solusi. Kita ingin KNPI menjadi rumah besar yang mampu menyatukan potensi pemuda dan menghadirkan kontribusi nyata bagi daerah,” tutupnya.
MUSDA DPD II KNPI Lombok Utara Tahun 2026 pun menjadi awal babak baru perjalanan organisasi kepemudaan di Kabupaten Lombok Utara. Harapannya, kepemimpinan Abed Aljabiri Adnan mampu memperkuat persatuan, memperluas ruang kolaborasi, dan mendorong lahirnya gerakan pemuda yang lebih berdampak.
KNPI Lombok Utara: Bersatu dalam Gagasan, Berkolaborasi dalam Gerakan, Berdampak bagi Masyarakat.















