MATARAM – Mengangkat kekayaan budaya lokal melalui media literasi kreatif, Kelompok 1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) PPG Calon Guru 2026 FKIP Universitas Mataram menghadirkan karya bertajuk Garuda Literasi dalam Gelar Karya Projek Kepemimpinan, Rabu (4/11/2026), di Aula Gedung A FKIP Universitas Mataram.
Mengusung slogan “Dari Buku, Tumbuh Mimpi”, Garuda Literasi membawa gagasan bahwa literasi tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan budaya, menumbuhkan kreativitas, serta membangun karakter anak sejak dini.
Hal yang menjadi pusat perhatian dalam gelar karya tersebut adalah Pop-Up Book Perang Topat, sebuah media buku interaktif yang mengangkat tradisi budaya Perang Topat di Lombok. Melalui perpaduan cerita, ilustrasi, dan elemen visual tiga dimensi, tradisi yang sarat nilai kebersamaan dan toleransi tersebut dikemas menjadi pengalaman membaca yang lebih menarik dan mudah dikenalkan kepada anak-anak.
Pemilihan Perang Topat bukan tanpa alasan. Tradisi yang hidup dalam masyarakat Lombok tersebut memiliki nilai budaya yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda. Kelompok Garuda Literasi berupaya menghadirkan tradisi lokal ke dalam media yang dekat dengan dunia anak, sehingga budaya tidak hanya dikenal melalui cerita lisan atau perayaan, tetapi juga dapat dipelajari melalui kegiatan membaca yang menyenangkan.
Ketua Kelompok, Fahrurrizal Umam, menyampaikan bahwa karya ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan kegiatan literasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki makna bagi anak-anak dan lingkungan masyarakat.
“Melalui Garuda Literasi, kami ingin menunjukkan bahwa buku dapat menjadi jembatan untuk mengenalkan budaya sekaligus menumbuhkan imajinasi anak. Pop-Up Book Perang Topat menjadi karya utama yang kami hadirkan agar anak-anak dapat mengenal kekayaan budaya Lombok melalui pengalaman membaca yang lebih interaktif dan menyenangkan,” ungkap Fahrurrizal Umam.
Projek ini dilaksanakan bersama Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Semeton Care yang berlokasi di Dusun Murpeji, Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan melibatkan anak-anak usia PAUD, TK, hingga sekolah dasar melalui berbagai aktivitas, seperti membaca, bercerita, permainan edukatif, dan kegiatan kreatif.
Selain Pop-Up Book Perang Topat, kelompok juga mempresentasikan sejumlah hasil pengembangan projek, antara lain Galeri Karya Anak sebagai ruang apresiasi kreativitas, Bank Aktivitas Semeton Care sebagai kumpulan ide kegiatan literasi yang dapat digunakan kembali, serta dokumentasi perjalanan kegiatan sebagai rekam jejak pelaksanaan projek. Konsep Kakak Literasi juga diperkenalkan sebagai upaya pengembangan pendampingan anak melalui keterlibatan relawan muda.
Dalam kegiatan gelar karya, Garuda Literasi dipresentasikan di hadapan tim penguji yang terdiri atas Dr. Hj. Yuliatin, M.H. sebagai dosen penguji, Sri Ayulan, S.Pd., M.Pd. sebagai guru penguji, serta Dr. Mohammad Mustari, Ph.D. sebagai dosen pembimbing.
Presentasi dan karya yang ditampilkan mendapatkan perhatian serta apresiasi dari dosen dan guru penguji. Kehadiran Pop-Up Book Perang Topat menjadi salah satu bagian yang memperkuat gagasan projek, karena memadukan pengembangan literasi dengan pengenalan budaya lokal. Projek ini juga memperlihatkan upaya mahasiswa dalam menerjemahkan gagasan kepemimpinan menjadi kegiatan nyata yang melibatkan masyarakat.
Bagi kelompok, gelar karya tersebut bukan hanya menjadi ruang untuk memamerkan produk, melainkan juga kesempatan untuk menunjukkan proses kolaborasi dan kontribusi yang telah dibangun bersama TBM Semeton Care. Melalui kegiatan ini, anak-anak memperoleh ruang untuk membaca, berekspresi, dan berkarya, sementara TBM mendapatkan tambahan media serta referensi aktivitas yang berpotensi dimanfaatkan dalam kegiatan literasi selanjutnya.
Projek Garuda Literasi dikerjakan secara kolaboratif oleh anggota Kelompok 1 PPKn PPG Calon Guru 2026 FKIP Universitas Mataram, yaitu Fahrurrizal Umam, Aula Rafiqa Safriana, Astiana Soparia Mz, Sukron Makmun, Andini Syafira, Rizma Lia Dwi Putri Marwan, Muhamad Zainul Majdi, Muh. Tahir, Suli Pebriani, Qorina Kinasih, dan Bq Dea Noviana.
Melalui Garuda Literasi, kelompok berharap kegiatan membaca dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak. Lebih dari itu, pengenalan Perang Topat melalui Pop-Up Book diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan kebanggaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.
Garuda Literasi membawa satu pesan sederhana: dari buku, anak-anak tidak hanya menemukan cerita, tetapi juga mengenal budaya, mengembangkan kreativitas, dan menumbuhkan mimpi.
Oleh: Fahrurrizal Umam _ Inisiator Nalar Didik















