Lombok Tengah | Lombok Fokus – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengoordinasikan dukungan dari 32 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan ekosistem The Mandalika untuk membantu warga terdampak kebakaran di Kampung Adat Sasak Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8/2026) malam itu berdasarkan pendataan sementara berdampak pada 75 unit rumah, serta sejumlah fasilitas masyarakat dan sarana pendukung pariwisata di kawasan Kampung Adat Sade.
Sejak malam kejadian hingga Selasa (25/8/2026), ITDC telah mengerahkan dukungan penanganan darurat sekaligus menyalurkan berbagai kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Dalam penanganan lanjutan, ITDC juga ditunjuk sebagai PIC penyaluran bantuan tanggap bencana kebakaran Kampung Adat Sade. Peran tersebut mencakup koordinasi bantuan dari 32 BUMN yang beroperasi di NTB serta berbagai pihak lainnya agar penyaluran bantuan lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus bagian dari semangat gotong royong bersama pemerintah dan berbagai pihak.
“Sejak malam kejadian, kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan unsur terkait untuk mendukung penanganan kebakaran hingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak,” kata Troy dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).
Menurut Troy, fokus penanganan saat ini adalah membantu mengoordinasikan dukungan BUMN dan berbagai pihak agar bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan.
Sejak malam kebakaran, ITDC mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan tiga unit mobil tangki untuk mendukung proses pemadaman.
Pada Minggu (23/8/2026), bantuan dilanjutkan melalui penyaluran 700 paket makanan siap konsumsi, air mineral, alas tidur, serta kebutuhan bayi.
Kemudian pada Senin (24/8/2026), ITDC kembali menyalurkan bantuan berupa 45 unit kasur lipat berbagai ukuran, 50 selimut, 240 kebutuhan sanitasi menstruasi, serta 240 popok bayi.
Bantuan juga datang dari sejumlah BUMN. PT PLN (Persero) menyalurkan 150 paket sembako serta berbagai kebutuhan dasar.
Sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyalurkan kasur lipat, selimut, karpet tidur, air mineral, bahan pangan, dan perlengkapan ibadah.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk juga menyalurkan bantuan berupa bahan pangan, air mineral, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai, serta kebutuhan lainnya.
Solidaritas turut datang dari ekosistem The Mandalika. Komunitas Bazaar Mandalika telah menyalurkan bantuan tahap pertama pada Minggu (23/8/2026), berupa uang tunai, kebutuhan pangan, pakaian, kebutuhan bayi, serta perlengkapan kebersihan.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dan diterima Wakil Bupati Lombok Tengah bersama Kepala Desa Rembitan.
Dukungan lainnya diberikan Sapo Development, salah satu investor di The Mandalika, dengan komitmen bantuan sebesar Rp2 miliar untuk Kampung Adat Sasak Sade.
“Kami mengapresiasi kepedulian seluruh pihak, baik BUMN, investor, komunitas, tenant, maupun masyarakat yang ikut bergerak membantu Kampung Adat Sasak Sade. Kolaborasi ini mencerminkan semangat bahwa pengembangan The Mandalika berjalan berdampingan dengan kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya,” ujar Troy.
Dalam masa tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan posko tanggap darurat di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rembitan.
Kepala BPBD Kabupaten Lombok Tengah ditunjuk sebagai Kepala Posko. Dapur umum juga disiapkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Selain 75 unit rumah, pendataan sementara mencatat kebakaran turut berdampak pada satu masjid, empat berugak sekenam besar, enam berugak sekepat, 69 artshop, Bale Beleq, toilet umum wisatawan, gerbang Desa Adat Sade, serta sejumlah fasilitas lainnya.
ITDC memastikan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, BPBD, BUMN, dan berbagai pihak terkait untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan aktual masyarakat selama masa tanggap darurat.
“Prioritas kita saat ini adalah masyarakat Kampung Adat Sasak Sade. Kami berharap dukungan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dalam masa tanggap darurat dan menjadi bagian dari semangat bersama untuk mendampingi masyarakat Kampung Adat Sasak Sade melalui proses pemulihan,” tutup Troy.















