Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDaerahHeadlineNasional

ITDC Catat 2,49 Juta Kunjungan Wisatawan, The Mandalika Tumbuh 17,39 Persen

×

ITDC Catat 2,49 Juta Kunjungan Wisatawan, The Mandalika Tumbuh 17,39 Persen

Sebarkan artikel ini

 

JAKARTA | LOMBOK FOKUS – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat kinerja positif sepanjang Semester I 2026. Tiga kawasan pariwisata yang dikelola perusahaan, yakni The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori, mencatat total 2.497.458 kunjungan wisatawan.

IKLAN
Example 300x600

 

Angka tersebut meningkat 10,54 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 2.259.269 kunjungan.

 

Pertumbuhan kunjungan tersebut turut diikuti penguatan sejumlah indikator bisnis, mulai dari tingkat okupansi, lama tinggal wisatawan (length of stay), hingga aktivitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

 

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan capaian tersebut menunjukkan strategi pengembangan portofolio destinasi yang dijalankan perusahaan mulai menghasilkan pertumbuhan yang lebih berkualitas.

 

“Kami tidak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan setiap destinasi mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar melalui meningkatnya okupansi, lama tinggal wisatawan, aktivitas bisnis, serta peluang investasi,” ujar Ahmad Fajar dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

 

The Nusa Dua Masih Jadi Kontributor Terbesar

 

The Nusa Dua menjadi penyumbang kunjungan terbesar dengan mencatat 1.798.004 wisatawan sepanjang Semester I 2026. Jumlah tersebut meningkat 8,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Kinerja operasional kawasan juga tetap solid. Tingkat okupansi rata-rata tercatat 70,51 persen, sedangkan length of stay mencapai 2,76 malam.

 

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan tidak hanya terjadi dari sisi jumlah wisatawan, tetapi juga dari durasi kunjungan yang berpotensi memperbesar dampak ekonomi bagi sektor pariwisata di kawasan.

 

The Mandalika Tumbuh 17,39 Persen

 

Sementara itu, The Mandalika mencatat pertumbuhan paling tinggi dari sisi kunjungan di antara tiga kawasan yang dikelola ITDC.

 

Sepanjang Semester I 2026, kawasan pariwisata di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, tersebut mencatat 685.844 kunjungan wisatawan, atau tumbuh 17,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Capaian itu juga telah mencapai 124,7 persen dari target perusahaan.

 

Dari sisi okupansi, tingkat hunian rata-rata di kawasan The Mandalika meningkat dari 44,94 persen menjadi 50,95 persen.

 

Pertumbuhan tersebut didukung semakin padatnya agenda olahraga, hiburan, dan kegiatan komunitas yang digelar di kawasan.

 

Golo Mori Mulai Perkuat Pasar MICE

 

Di sisi lain, The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur mencatat perkembangan positif sebagai destinasi MICE premium di kawasan Indonesia Timur.

 

Jumlah kunjungan wisatawan meningkat 6,90 persen menjadi 13.610 kunjungan pada Semester I 2026.

 

Tingkat okupansi juga mengalami lonjakan signifikan, dari 3,83 persen pada Semester I 2025 menjadi 17,09 persen pada periode yang sama tahun ini.

 

ITDC juga mencatat rata-rata MICE Average Spending per Pax di The Golo Mori hampir tiga kali lipat dari target perusahaan. Kondisi tersebut menunjukkan semakin besarnya nilai ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan konferensi, corporate gathering, maupun agenda bisnis lainnya.

 

Ahmad Fajar menyebut ketiga kawasan tersebut memiliki karakter dan kekuatan berbeda yang saling melengkapi dalam menopang bisnis ITDC.

 

“The Nusa Dua terus memperkuat posisinya sebagai destinasi leisure kelas dunia, The Mandalika berkembang sebagai penggerak sport tourism nasional, sementara The Golo Mori semakin menunjukkan potensinya sebagai destinasi MICE premium di Indonesia Timur,” katanya.

 

MotoGP Jadi Katalis The Mandalika

 

Memasuki Semester II 2026, ITDC menargetkan tren pertumbuhan tersebut terus berlanjut. Sejumlah agenda nasional dan internasional disiapkan untuk mendorong kunjungan, okupansi, aktivitas bisnis, serta memberikan efek berganda bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

 

Khusus The Mandalika, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diproyeksikan menjadi salah satu katalis utama pertumbuhan kawasan.

 

Ajang balap motor dunia tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga mendorong tingkat hunian hotel, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, serta aktivitas usaha masyarakat.

 

Sementara The Golo Mori akan memperkuat eksposur kawasan melalui Golo Mori Sunset Run 2026. Adapun The Nusa Dua akan terus mengembangkan aktivitas MICE, event internasional, serta kolaborasi dengan tenant dan mitra usaha.

 

Ahmad Fajar optimistis berbagai agenda tersebut dapat memperkuat kinerja ITDC hingga akhir 2026.

 

“Kami ingin memastikan setiap kawasan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian nasional,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600