Lombok Timur – Sebanyak 32 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lombok Timur resmi dikukuhkan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, yang berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur, Minggu, 16 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut turut disaksikan Bupati Lombok Timur, Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para orang tua dan wali anggota Paskibraka.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lombok Timur menyampaikan rasa bangga sekaligus memberikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka yang berhasil melewati proses seleksi dan persaingan yang ketat.
Menurutnya, 32 anggota Paskibraka tersebut merupakan putra-putri terbaik yang mendapat kepercayaan besar untuk mengemban tugas sekaligus membawa kehormatan bangsa dan daerah.
“Ada ribuan siswa berlomba ingin menjadi bagian dari Paskibraka, akan tetapi hanya 32 orang yang terpilih dan berjasa memetik pengalaman keras untuk mengibarkan bendera Merah Putih. Tidak semua bisa dan memiliki kesempatan besar ini,” tegasnya.
Bupati menekankan bahwa tugas Paskibraka bukan sekadar mengibarkan bendera Merah Putih dalam sebuah upacara. Lebih dari itu, tugas tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan dan pengorbanan para pahlawan serta harapan seluruh rakyat Indonesia.
“Ketika berdiri tegak di hadapan Merah Putih, jangan hanya tegakkan badan saja, tapi tegakkan hati. Ingat wajah orang tua yang setiap hari mendoakan, wajah guru yang telah membimbing, dan ingat pejuang yang telah mengorbankan jiwa raganya sehingga hari ini menjadi bangsa yang merdeka,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar nilai-nilai kedisiplinan yang diperoleh selama menjalani pendidikan dan pelatihan Paskibraka tidak berhenti setelah rangkaian upacara selesai.
Menurutnya, pengalaman selama menjadi Paskibraka harus menjadi bekal untuk membentuk karakter, meningkatkan keberanian, menjaga kekompakan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadikan keteladanan sebagai karakter, kekompakan sebagai kekuatan, keberanian sebagai bekal, dan Merah Putih menjadi pilar sebagai putra dan putri Indonesia,” pesannya.
Bupati juga mengingatkan bahwa pengabdian seorang Paskibraka tidak berakhir setelah pakaian dan atribut Paskibraka dilepas.
“Kalian akan menjadi penerus generasi akan datang, baik di pemerintahan ataupun di tempat lainnya. Disiplin yang diterima itu harus menjadi karakter dan terus dibawa di kehidupan sehari-hari. Jangan berubah. Ibadah tidak boleh dilupakan, bakti pada orang tua tidak boleh tidak dilakukan. Jangan begitu selesai kemudian pakaian Paskibraka dibuka dan semua ikut selesai,” tegasnya.















