Lombok Tengah | Lombok Fokus – Setelah sempat terhenti selama dua pekan akibat keterlambatan pencairan anggaran, layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Aikmual, Kecamatan Praya, kini kembali beroperasi normal sejak Kamis (12/11/2025).
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Aikmual, Mulia Kharisma Budiarti, membenarkan bahwa dana program telah cair dan pembagian makanan bergizi sudah kembali dilakukan kepada siswa penerima manfaat.
“Enggeh (iya), sudah mulai beroperasi kembali. Pembagian makanan bergizi sudah berjalan seperti biasa,” ujarnya, Kamis (12/11/2025).
Sebelumnya, penghentian sementara program MBG ini sempat menimbulkan kekecewaan di sejumlah sekolah penerima manfaat. Kini, aktivitas memasak dan pendistribusian makanan kembali berjalan untuk memenuhi kebutuhan gizi ribuan siswa di berbagai sekolah dan madrasah.
“Alhamdulillah layanan MBG di Dapur Aikmual kembali normal karena anggaran sudah masuk. Mudah-mudahan masalah seperti ini tidak terulang, karena sempat dikeluhkan oleh pihak sekolah penerima manfaat,” ujar Fahrurozi, Ketua Yayasan pengelola Dapur MBG Aikmual.
Ia menjelaskan, dapur yang dikelolanya melayani sekitar 3.100 siswa dari 12 lembaga pendidikan di wilayah Praya dan sekitarnya. Untuk menjaga kelancaran program, pihaknya akan terus melakukan evaluasi agar pelayanan tetap optimal.
“Bagi kami, Satgas MBG NTB dan Koordinator Wilayah harus sigap jika ada dapur yang bermasalah terkait anggaran. Komunikasi cepat penting agar pelayanan kepada siswa tidak terganggu,” tegasnya.
Kembalinya aktivitas dapur MBG ini juga menjadi kabar baik bagi para pekerja. Sedikitnya 50 orang tenaga kerja yang selama ini menggantungkan penghasilan dari program MBG sempat khawatir ketika operasional dihentikan sementara.
“Banyak dari mereka yang meninggalkan pekerjaan sebelumnya demi bergabung di dapur MBG. Saat layanan berhenti dua minggu kemarin, itu benar-benar jadi kabar buruk bagi kami,” ungkap Fahrurozi.
Kini, suasana dapur kembali sibuk dan semarak. Para siswa di sekolah penerima manfaat pun tampak antusias menyambut kehadiran kembali menu bergizi setiap harinya.
“Kami memohon maaf kepada sekolah dan siswa karena layanan sempat terhenti. Ini bukan kesalahan kami, tapi murni karena keterlambatan pencairan anggaran,” pungkasnya.






