Lombok Tengah | Lombok Fokus – Guna mencegah pohon tumbang dan potensi bencana lainnya, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lombok Tengah terus menggencarkan pemangkasan ranting pohon di berbagai titik rawan. Langkah mitigasi ini dilakukan menyusul cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang terus melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Dinas Perkim Loteng, Supriadin, mengatakan bahwa pihaknya melakukan pemangkasan secara bertahap di sejumlah lokasi yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat.
“Mitigasi tengah dilakukan dengan melakukan identifikasi terhadap sejumlah pohon di Lombok Tengah yang dapat membahayakan pengguna jalan atau masyarakat,” ujarnya kepada Lombok Fokus, Jumat (16/5/2025).
Adapun titik-titik yang menjadi prioritas pemangkasan berada di kawasan perkantoran, sekitar Masjid Agung, Alun-Alun Tastura, hingga ruas jalan di 12 kecamatan se-Lombok Tengah.
“Selain itu, pohon yang berpotensi merusak badan jalan juga akan kami tebang dan lakukan peremajaan,” jelasnya.
Untuk ruas jalan Bypass Mandalika dan akses menuju Bandara Lombok, pemangkasan pohon berada di bawah kewenangan Balai Jalan dan Jembatan Provinsi NTB.
Sejak akhir April hingga pertengahan Mei 2025, hujan deras dan angin kencang kerap melanda Lombok Tengah, khususnya pada sore dan malam hari. Berdasarkan data prakiraan cuaca dari BMKG, wilayah NTB berada pada fase peralihan musim yang ditandai dengan potensi cuaca ekstrem, termasuk angin kencang dan hujan intensitas tinggi.
Akibat kondisi ini, belasan pohon tumbang dilaporkan terjadi di sejumlah titik, yang sempat mengganggu arus lalu lintas hingga mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Kami imbau masyarakat segera melaporkan jika menemukan pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem, supaya kami bisa segera evakuasi dan lalu lintas tidak terganggu,” pungkas Supriadin.


