Lombok Barat – Jurusan Produksi Siaran Program Televisi (PSPT) SMKN 2 Kuripan akan menayangkan sebuah film layar lebar berjudul “Ku Kira Teduh”. Film ini mengangkat isu sensitif mengenai pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang guru yang diidolakan oleh muridnya.
Penayangan film ini dijadwalkan pada tanggal 4 Mei 2025 di bioskop Cinema Mataram Mall. Inisiatif ini merupakan bagian dari proyek siswa PSPT dalam memproduksi sebuah film fiksi. “Ku Kira Teduh” diharapkan dapat menjadi wadah edukasi dan diskusi mengenai pentingnya kesadaran akan isu pelecehan seksual di lingkungan pendidikan.
Film ini menceritakan kisah seorang siswi yang mengagumi gurunya, namun kemudian menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru tersebut. Alur cerita akan menggambarkan dampak psikologis yang dialami korban serta upaya untuk mencari keadilan.
Harga tiket untuk menyaksikan film “Ku Kira Teduh” ini adalah Rp15.000. Hasil penjualan tiket rencananya akan digunakan untuk mendukung kegiatan produksi film selanjutnya oleh siswa PSPT SMKN 2 Kuripan sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap program BLUD SMKN 2 Kuripan.
Kepala Sekolah SMKN 2 Kuripan, H. Mahyudin, menyampaikan dukungannya terhadap proyek ini. Ia berharap film ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai isu pelecehan seksual dan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
“Kami bangga dengan kreativitas dan keberanian siswa PSPT dalam mengangkat isu penting ini melalui media film. Semoga film ‘Ku Kira Teduh’ dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan,” ujar H. Mahyudin, (Rabu, 23/4).
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan film “Ku Kira Teduh” pada tanggal 4 Mei 2025 di bioskop Cinema Mataram Mall. Dukungan Anda akan sangat berarti bagi perkembangan kreativitas siswa SMKN 2 Kuripan.


