LombokFokus|Mataram – Suasana di SMAN 2 Mataram terasa berbeda. Selama tiga hari, 395 siswa kelas X mengikuti Spiritual Camp dalam bentuk pesantren kilat, sebuah program pembinaan karakter yang tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian sosial.
Acara yang berlangsung pada 3-5 Maret 2025 ini diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari tausiyah, motivasi, shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, hingga renungan malam. Program ini bertujuan membentuk siswa yang beriman, bertakwa, serta memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang baik.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Lalu Islandar, selaku Ketua Panitia Spiritual Camp, menjelaskan jika kegiatan tersebut memberikan pemahaman mendalam tentang syariat Islam, termasuk cara shalat dan berwudhu yang benar.
“Banyak siswa yang belum memahami tata cara berwudhu dan shalat sesuai syariat Islam. Di sini, mereka diajarkan secara langsung agar lebih paham dan bisa mengamalkannya dengan baik,” ujarnya.
Sementara Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus, menambahkan jika tujuan utama dari kegiatan tersebut yakni membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan moral yang tinggi.
“Kami ingin siswa kami tidak hanya pintar dalam pelajaran, tetapi juga memiliki nilai-nilai keagamaan yang kuat, yang bisa menjadi bekal dalam kehidupan mereka,” ungkapnya.
Salah satu momen paling berkesan bagi para siswa yakni renungan malam dan shalat tahajjud. Dalam suasana yang khusyuk, mereka merenungkan makna kehidupan dan pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Saya merasa lebih dekat dengan teman-teman, dan semakin memahami betapa pentingnya memiliki nilai spiritual dalam hidup. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” kata salah satu peserta.
Keesokan paginya, kegiatan dilanjutkan dengan shalat duha, penampilan hadrah, serta sesi diskusi yang semakin memperkaya pemahaman siswa tentang Islam.
Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini.
“Pesantren kilat seperti ini sangat baik dalam membentuk karakter siswa agar memiliki akhlak mulia dan memahami nilai-nilai agama lebih dalam. Saya berharap ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan baik sehari-hari,” ujarnya.
Dengan adanya Spiritual Camp ini, SMAN 2 Mataram berharap siswa tidak hanya mendapatkan ilmu agama, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia!(fit)


