Sumbawa – SMKN 1 Alas kembali menorehkan prestasi membanggakan, khususnya di Jurusan Budidaya Perikanan. Empat siswa terbaik mereka berhasil direkrut oleh PT Garuda Nusantara, perusahaan terkemuka di bidang perikanan dan kelautan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama strategis antara SMKN 1 Alas dan PT Garuda Nusantara, yang bertujuan membuka peluang kerja bagi lulusan dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri. Proses seleksi berlangsung ketat, mencakup uji keterampilan, wawancara, dan evaluasi berdasarkan kompetensi yang dipelajari selama di bangku sekolah.
Kepala SMKN 1 Alas, Budi Susilo, M.M.Inov., mengungkapkan rasa bangganya. “Ini membuktikan bahwa lulusan kami mampu bersaing di dunia kerja, terutama di bidang perikanan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut, memberikan masa depan cerah bagi siswa kami,” ujarnya pada Kamis (23/1/25).
Tidak hanya empat siswa tersebut yang meraih kesempatan kerja, Budi menambahkan bahwa tiga siswa bagian mesin kapal juga berhasil direkrut oleh PT Atosim Lampung Pelayaran, dan satu siswa diterima bekerja di PT Hatchery Talenta.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus berprestasi. Lebih jauh, pencapaian ini memperkuat hubungan antara SMKN 1 Alas dengan berbagai perusahaan di sektor perikanan dan kelautan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H. Aidy Furqan, M.Pd., juga menekankan pentingnya sinergi antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia usaha dan industri. “Kerja sama seperti ini dapat meningkatkan penyerapan lulusan SMK di dunia kerja. Kita perlu memastikan kompetensi siswa selaras dengan kebutuhan industri,” jelasnya.
Menurut Aidy, salah satu tantangan besar yang dihadapi SMK adalah tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) akibat terbatasnya lapangan kerja dibandingkan jumlah lulusan. Untuk mengatasinya, Dinas Pendidikan NTB telah menyusun peta jalan kerja sama dengan dunia usaha dan industri, serta menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk membuka peluang kerja, termasuk melalui program job fair.
Dengan kolaborasi yang erat antara dunia pendidikan dan industri, diharapkan lulusan SMK tidak hanya siap bekerja tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah.(fit)


