Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating

Debat Panas Pilkada Lombok Utara, Paslon MJA Kritik Soal Investasi

×

Debat Panas Pilkada Lombok Utara, Paslon MJA Kritik Soal Investasi

Sebarkan artikel ini

LombokFokus|Lotara – Debat pamungkas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara di Medana Bay Marina, Rabu (13/11/2024), memanas ketika membahas isu investasi. Paslon nomor urut 3, Muchsin-Junaidi (MJA), menyoroti kurangnya jaminan investasi dari pemerintah daerah saat ini dan sebelumnya.

Paslon MJA mengungkapkan jika proyek tambak udang, misalnya, hanya membawa dampak negatif berupa bau tak sedap bagi masyarakat.

IKLAN
Example 300x600

“Kita lihat tambak udang, siapa yang punya pekerjaan, yang jelas bukan MJA, masyarakat hanya kebagian baunya saja. Pemerintah saat ini dan pemerintah masa lalu,” kata Dr. Muchsin disambut teriakan para pendukung.

Dr. Muchsin Mukhtar menekankan jika ketidakpastian hukum bagi investor menjadi kendala utama. Ia berjanji, jika terpilih, pihaknya akan memastikan adanya kepastian hukum dan meningkatkan keterampilan sumber daya manusia lokal, sehingga masayarakat dapat berperan di berbagai sektor, termasuk pariwisata.

“Di tengah ketidakpastian hukum yang dibiarkan pemerintah saat ini, kita tahu bahwa KPK dan aparat hukum sudah mulai melirik. Banyak investasi yang hanya menguntungkan pihak tertentu, sementara masyarakat Lombok Utara justru dirugikan,” ujarnya lantang.

MJA juga berencana mempromosikan keindahan Lombok Utara serta keramahannya, untuk menarik lebih banyak investor dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Merespons kritik tersebut, calon bupati nomor urut 1, H. Najmul Akhyar, meminta agar kritik terhadap pemerintah saat ini, tidak mengabaikan hasil pembangunan yang ada. Ia mengingatkan, pentingnya bersyukur atas kemajuan yang telah dicapai.

“Kalau kita melihat pemerintah sama sekali tidak ada peran, maka kita akan menjadi manusia yang kufur nikmat. Ketika Bapak keluar dari pondok saja dan menemui jalan yang bagus, apakah bapak tidak bisa mensyukuri hal seperti itu? ayo lihat kondisi pembangunan ini apa yang baik kita apresiasi, apa yang tidak baik ayo kita sama-sama perbaiki,” ungkap Najmul.

Menanggapi hal tersebut, Muchsin menegaskan jika yang dipermasalahkan adalah kebijakan, bukan rasa syukur. Menurutnya, masih banyak kebijakan pemerintah daerah yang belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam sektor pariwisata dan infrastruktur di tiga gili yang memerlukan perbaikan.

“Kami tetap bersyukur atas apa yang ada, tetapi yang perlu diperhatikan adalah kebijakan yang masih salah arah. Pariwisata menyumbang hampir 65 persen pendapatan daerah, tetapi manfaatnya bagi masyarakat masih belum terasa,” sergah Muchsin.

“Banyak jalan di tiga gili yang butuh perbaikan, dan program bantuan seperti RTG dan Jadup yang dijanjikan, juga masih minim dirasakan warga,” tandasnya.

Debat ini menunjukkan bagaimana visi dan kritik dari para calon pemimpin Lombok Utara, dalam membangun masa depan yang lebih baik untuk masyarakatnya.(iko)

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600