NTT | Danau Sano Nggoang merupakan sebuah objek wisata yang sangat menarik oleh para wistawan asing yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Danau ini menjadi danau terbesar se- NTT. Danau Sano Nggoang ini terletak di ujung pulau flores membuat kita penasaran berwisata disini. Akses menuju ke Danau Sano Nggoang ini masih relatif sulit, karena satu-satunya akses dari kota labuan bajo menuju danau ini sangat relatif sulit karena menggunakan satu jalur yaitu jalur darat.
Kalau kita berangkat dari Labuan Bajo menuju danau ini memakan waktu yang sangat lama sekitar 4-5 jam. Bukan jaraknya yang jauh tapi kualitas jalanya yang rusak parah membuat waktu tempuh menjadi lama, sekarang saja jalur transportasi menuju Danau Sano Nggoang sedang dalam proses.
Pintu masuk bagi wisatawan yang ingin menikmati keidahan Danau Sano Nggoang di Desa Wae Sano, tepatnya di kampung Nunang. Di dusun Nunang sudah menyiapkan home stay milik masyarakat yang tepat berada di tepi danau itu.
Perjalana berteman jalan yang rusak parah akan membuat kita bosan jika benar- benar kita tidak menikmati perjalananya. Hal yang pertama yang mampu menghilangkan rasa bosan kita adalah dengan melihat pemandangan alam dan keindahan yang dipandang dengan adanya perumahan- prumahan khas manggarai yaitu rumah yang atapnya alang- alang.
Sepanjang jalan kita akan melihat pepohonan yang sangat rindang seperti pohon kemiri, bambu dan pohon kelapa, dan masyarakat yang ada didesa itu sangat ramai.
Sampai di pertigaan menuju danau itu, semua letih dan rasa kebosanan kita akan hilang seketika. Dari atas bukit dipertigaan jalan menuju kampung nunang, kita akan di suguhkan dengan pandangan danau yang sangat hijau dengan hutan yang sangat asri.
Jalan menuju kampung Nunang akan melewati pinggiran danau, jika begini kita tidak sabar ingin cepat sampai di nunag. Di pinggir jalan kita akan sangat mudah melihat suasana grombolan itik yang sedang berenang yang setiap hari mereka madi di danau. Hutan yang ada di situ membuat kenyamanan perjalanan kita, tidak ada kebisingan atau calo- calo yang akan menggangu kenyamanan kita berwisata di destinasi wisata ini.
Sesampai kita di kampung Nunang, setiap wisatawan yang masuk akan disambut dengan keramahan oleh warga di sekitar itu. Dengan adanya upacara adat seperti kapu khas manggarai yang akan digunakan untuk penyambutan tamu.
Kultur budaya di desa nunang sangat kental, setiap pengunjung yang akan pergi kekampung nunang akan di terima dengan acara adat yaitu ritual dan kapu. Nunang sendiri adalah ibu kota Wae Sano, sudah ada toursm information di kampung Nunang ini, peta wisata dan sudah ada buku pedoman terlatih.
Suasana alam yang ada di kampung nunang sangat asri, tepat letaknya juga sangat strategis yaitu di pinggir danau dan di belakang kampung nunang akan langsung berbatasan dengan kawasan hutang Mbeliling. Selanjutnya ada beberapa kegiatan wisata yang bisa kita lakukan di Danau Sano Nggoang seperti fotografi.
Setiap orang yang berkunjung pasti akan sangat menyenangkan mengabadikan kegiatan wisatanya, di danau ini terdapat banyak sekali spot yang menarik untuk kita foto-foto. Sunset yang ada di danau sangat indah juga bisa kita temui setiap soreh hari ketika keadaan cuacanya sangat cerah.
Keasrian dan keindahan Sano Nggoang akan lebih bisa kita nikmati dengan melakukan jalan kaki memuju puncak- puncak bukit yang ada yang ada disekitaran danau tersebut. Bukan hanya itu juga masih banyak keidahan alam yang lain yg terdapat di Danau Sano Nggoang itu sendiri. Selain itu, terdapat sebuah greja yang ada ditepian danau yang merupakan pusat penyebaran agama katoloik pertama di Desa Wae Sano dan disekitarnya.
Di Danau Sano Nggoang ini juga terdapat sumber air yang hangat yang masih alami dan belum dikelola dengan baik, sangat pas untuk kita memginginkan suasana alam dan jauh dari gangguan orang banyak. Tidak cukup kalau kita pergi hanya satu hari saja di Danau Sano Nggoang, pastinya perjalanan yang menarik jika kita sampai di lokasi ini dan menikmati semua kekayaan yang wisatanya.
![]() |
| Rahmawati Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Mataram. |
Penulis : Rahmawati Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Mataram







