Verification: 27a3a887773ff714
banner 120x600
banner 120x600

“World Clean UP” Sejumlah Komunitas Tawarkan Desa Pakuan Menjadi Wisata Konservasi

"Word Clean UP" Sejumlah Komunitas Tawarkan Desa Pakuan Menjadi Wisata Konservasi
World Clean Up Day di Desa Pakuan. Foto: Ishak
Sabolah

Lombok Barat – Hari Kebersihan Dunia (World Clean Up). Tepatnya pada hari ini seluruh elemen memperingati hari istimewa tersebut, salah satunya dengan membesihkan objek wisata dari sampah yang ada.

Berbagai macam komunitas berdatangan untuk ikut terlibat dalam Word Clean Up tersebut ada dari komunitas pemerhati lingkungan, penggiat pariwisata, kebudayaan, literasi, Po, baret rinjani, bootcamp, bondowani, sombanusa, wkb, sasak adventure. Sebuah komunitas dengan notaben yang berbeda-beda dengan semangat yang di milikinya sehingga rela meluangkan waktu untuk ikut berpartisipasi.

BANK NTB Syariah

Koordinator komunitas, Lanang mengatakan bahwa Desa Pakuan sudah lama diidentifikasi untuk diusulkan menjadi Wisata Konservatif.

“Dengan rasa yang kami miliki bagaimana kita mampu berbakti untuk sekarang maupun sampai nanti, panggilan jiwa kami ke Desa Pakuan ini merupakan mengajak kami kembali untuk mengelola alam dengan kultur yang ada,” ungkap salah satu peserta yang mnegikuti kegiatan.

“Kami memilih Desa Pakuan ini sebagai identifikasi kami dalam jangka panjang karena setelah kami identifikasi lapangan, ternyata secara topografi dan geografis pakuan ini merupakan lumbung air yang kemudian kami menawarkan konsep bagaimana wisata berbasis konservasi,”

Yang namanya kerja komunal, kolektif dan sporadig karena begini percuma memiliki SDA yang banyak dan melimpah tapi SDM masih sangat minim yang dua ini tidak boleh terlepas, yang ingin kita lakukan adalah bagaimana masyarakat sekitar dapat menyadari potensi yang ada.

“Sebenarnya Desa Pakuan ini sebuah bonus wisata secara infografis yang sangat eksotis dan pakuan ini menjadi sebuah peta di otak kami, kami akui potensi pakuan sebagai wilayah tropis basah kalau kita lihat dari kekayaan alam plora maupun paunanya yang belum kami temukan swcara detail yang ada di lokasi ini, karena di kawasan 2 meter ke kanan sudah nemui bukit dengan kolonisasi vegitasi duren, kopi dan lain-lain, kita turun sedikit ketemu sungai dengan das sekitar 5 meter dari bibir sawah dan yang belum selesai kami identifikasi ada 2 yaitu flora dan pauna sehingga apa saja endemik yang ada dikawasa pakuan ini.” Pungkasnya.

READ  Gala Dinner HK EC 2021, Gubernur NTB : Awal Gairah Pariwisata & Ekonomi

Kepala Desa Pakuan, Mardan Haris Sangat mengapresiasi antusias para komunitas yang ikut terlibat pada peringatan Word Clean Up ini, ini merupakan upaya kita bersama dalam menjaga kawasan wisata atau alam yang ada.

Kami dari pemerintah desa telah menginstrusikan ke semua kepala dusun untuk memberitahukan warganya melalui pengeras suara untuk membersihkan lingkungannya secara bergotong royong, kami berharap tentunya semua lingkungan jadi bersih kedepannya karena ini faktor pendukung menuju masyarakat sehat, terutama sampah plastik ini menjadi persoalan Nasional bahkan dunia kemudian kalaupun ada pengelolaan sampah kami di sini belum menyiapkan Tempatnya. Namun tetap kita akan upayakan saat juga sampah ini kedepannya dapat di olah dan bernilai ekonomis.

“Lanjutnya” sehingga pengunjung wisata merasa nyaman dengan kebersihan yang kami lakukan dan juga sekaligus kami juga menghimbau kepada semua pengunjung wisata Desa Pakuan untuk membawa sampahnya kembali atau silahkan tempatkan sampahnya di tempat yang sudah kami sediakan, jangan sampai sampahnya di tinggal pada sembarangan tempat agar kita semua terhindar dari hal yang tidak di inginkan. Ungkapnya. (ishak)

Facebook

Sabolah
banner 120x600
Sabolah

Tinggalkan Balasan

Sabolah
Subscribe for notification