Scroll untuk baca artikel
BeritaHeadline

Video Dugaan Penolakan MBG di SDN 1 Lajut Viral, Warganet Soroti Kemasan Mirip Berkat Hajatan

×

Video Dugaan Penolakan MBG di SDN 1 Lajut Viral, Warganet Soroti Kemasan Mirip Berkat Hajatan

Share this article

 

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Video yang memperlihatkan dugaan penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.

IKLAN
Example 120x600

 

Video tersebut diunggah oleh akun Facebook @Rindhot dengan caption yang menyebut SDN 1 Lajut menolak MBG yang diduga disalurkan oleh SPPG Lajut karena kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat dinilai tidak sesuai.

 

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang guru mempertanyakan harga menu makanan yang diberikan kepada siswa dengan nada protes. Video itu kemudian memicu perdebatan di kolom komentar dan dibanjiri berbagai tanggapan dari warganet.

 

Sebagian warganet menilai sikap guru tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada siswa. Namun, ada pula yang meminta klarifikasi dari pihak terkait mengenai kebenaran informasi yang beredar.

 

Selain menyoroti kualitas menu, sejumlah warganet juga mengeluhkan cara penyajian makanan MBG yang dinilai kurang layak. Mereka menyoroti penggunaan kemasan kantong plastik yang diikat dan dinilai mirip seperti berkat atau nasi hajatan.

 

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dapur MBG Lajut 01, Fahrurozi, menjelaskan bahwa penggunaan kantong plastik dilakukan atas permintaan dari pihak sekolah.

 

Ia mengatakan bahwa sebelumnya pihak dapur sempat menggunakan wadah makanan atau toothbag. Namun, menurutnya pihak sekolah menyampaikan kesulitan untuk mengumpulkan kembali wadah tersebut dari para siswa agar bisa digunakan kembali.

 

“Dulu sempat kami gunakan wadah makanan (toothbag), tapi dari pihak sekolah menyampaikan tidak sanggup mengumpulkan kembali dari murid-murid untuk dipakai lagi. Karena itu akhirnya menggunakan kantong plastik,” jelasnya.

 

Terkait video yang viral, Fahrurozi juga menegaskan bahwa tidak benar adanya penolakan dari pihak SDN 1 Lajut terhadap program MBG.

 

Ia menegaskan bahwa program MBG tetap berjalan dan makanan tetap disalurkan kepada penerima manfaat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

 

“Tidak benar ada penolakan dari SDN 1 Lajut. Program MBG tetap berjalan seperti biasa. Kalau ditolak tentu tidak diterima oleh sekolah, sementara sekolah tetap menerima,” ujarnya saat dikonfirmasi.

 

Pihaknya juga menyampaikan bahwa dapur MBG terus berupaya menjaga kualitas makanan yang disalurkan kepada para siswa sebagai penerima manfaat program tersebut.

 

Kendati demikian, pihaknya tidak menutupi adanya menu yang kerap diprotes oleh pihak sekolah. Ia mengaku akan melakukan evaluasi dan perbaikan agar kualitas makanan yang diberikan dapat lebih baik ke depannya.

 

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak SDN 1 Lajut belum memberikan keterangan resmi terkait video yang beredar luas di media sosial tersebut.

Example 120x600
Example 120x600