Scroll untuk baca artikel

Urgensi Pembelajaran Aqidah Akhlak untuk Generasi 4.0

×

Urgensi Pembelajaran Aqidah Akhlak untuk Generasi 4.0

Share this article
Maria Ulfa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan keguruan Universitas Islam Negeri Mataram

Abstrak

Mempelajari ilmu aqidah akhlak sangat penting bagi umat islam pada umumnya, karena didalam ilmu tersebut berbagai masalah dibahas sehingga orang yang memahami aqidah akhlak dengan benar dan baik akan dapat melaksanakan ibadahnya dengan baik. Ilmu aqidah akhlak merupakan pelajaran yang membahas perilaku manusia menentukan antara baik dan buruk, terpuji dan tercela, tentang perkataan atau perbuatan manusia lahir dan batin, mata pelajaran aqidah sangat penting, terlebih hal itu disajikan kepada siswa, karena setelah siswa mempelajari ilmu aqidah akhlak siswa dapat memilki prilaku yang baik dalam kesehariannya.

IKLAN
Example 120x600

Pendahuluan

Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik pada suatu lingkungan belajar. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses membantu peserta didik agar bisa belajar dengan baik. Pembelajaran merupakan hal yang penting dan tidak dapat ditinggalkan dalam kehidupan.Hal tersebut dikarenakan dengan pembelajaran manusia mampu menjadikan harkat martabat dirinya menuju pola berfikir yang lebih maju dan ilmiah.Pembelajaran bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun.Lembaga atau instansi yang mneyediakan pembelajaran banyak dijumpai, contohnya sekolah, lembaga kursus, lembaga les dan lain-lain.Pembelajaran dapat juga diartikan sebagai pendidikan. Dalam pemebelajaran Aqidah dan Akhlak proses pembelajaran dapat daiarahkan menuju kemampuan peserta didik untuk memahami rukun iman untuk dijadikan perilaku sehari-hari serta sebagai bekal untuk bermasyarakat.

pendidikan aqidah dan akhlak merupakan upaya untuk menanamkan ajaran Agama Islam kepada manusia agar tercermin pribadi muslim yang baik. Selain dipelajari, aqidah dan akhlak tersebut wajib diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.Pendidikan Akhlak adalah untuk menyiapkan siswa agar memahami ajaran Islam terutama dalam Aqidah dan Akhlak.Aqidah adalah salah satu bentuk peraturan dari agama yang berkaitan dengan keyakinan dan keimanan, atau yang berkaitan dengan kegiatan beribadah.

 

Pembahasan

Era revolusi industri 4.0

Istilah “Revolusi Industri” diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis- Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19 (Priatmoko, 2018). Pada Fase 1.0, penemuan mesin yang menitik beratkan pada mekanisasi produksi. Fase 2.0 pada etape produksi massal yang terintegrasi dengan quality control dan standarisasi.Fase 3.0 keseragaman massal yang bertumpu pada integrasi komputerisasi.Fase 4.0 digitalisasi dan otomatisasi, perpaduan internet dengan manufaktur. Era Revolusi Industri 4.0, disebut juga era cyber atau era tanpa sekat dan batasan ruang dan waktu, merangsang sekaligus menumbuhkan kemajuan sains-tecnology yang menghasilkan penciptaan mesin pintar, robot otonom, bahkan Artificial Inteligent (AI). Era ini banyak memberikan kesempatan-kesempatan baru dalam segala bidang dan sekaligus melahirkan tantangan-tantangan yang kompleks dan sulit.Sehingga menuntut kualitas SDM yang menguasai ilmu pengetahuan dan juga dapat memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat (Rembangy, 2010).Generasi di era milenial merupakan “generasi internet” yang berinteraksi lebih dinamis dan memiliki ruang lingkup keterhubungan tanpa batas (Rahman, 2019). Mereka setiap hari hidup dan bertumbuh dengan dunia digital, sangat akrab dengan teknologi modern seperti tablet, gadget, portable computer dan sistem operasi android, IoS, sebagai samudra informasi yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Asef Bayat dan Linda Herrera (2010) dalam Rahman (2019a) Informasi Teknologi (ICT) yang berasal dari handphone yang tersambung ke internet telah merubah pola belajar, budaya, kehidupan sosial, cara pandang kedepan dan keterlibatan politik.[1]

Pentingnya pembelajaran Aqidah akhlak untuk generasi 4.0

(era revolusi industry 4.0)

Pendidikan adalah hal yang wajib di miliki oleh setiap manusia, karena pendidikan merupakan alat yang akan membawa manusia menjadi terarah dalam hidupnya.

Begitu juga dengan pembelajaran Aqidah akhlak.Pembelajaran Aqidah akhlak sangat penting bagi setiap manusia, apalagi di generasi 4.0 (era revolusi industry 4.0) karena Tantangan yang dihadapi menjadi semakin kompleks, dan di tuntut untuk menyesuaikan dengan keberadaan era kemajuan teknologi, integrasi teknologi.

Akhlaq mempunyai arti perilaku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan dalam kondisi sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik.Persepektif pakar di bidang akhlak, menyatakan bahwa akhlak adalah perisai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.

Perhatian terhadap pentingnya akhlak kini muncul kembali, yaitu disaat bangsa Indonesia di hadapkan pada masalah moral dan akhlak yang cukup serius, yang kalua dibiarkan akan menghancurkan masa depan bangsa Indonesia sendiri.

Peraktik hidup yang menyimpang dan penyalahgunaan kesempatan dengan mengambil bentuk perbuatan sadis dan merugikan orang kian tumbuh subur di wilayah yang tak berakhlak .korupsi, kolusi, penodongan, perampokan , pornografi, pornakasi, perjudian dan pemakaian obat-obat terlarang, dan lain-lain.[2]

Di era masa kini, ketika ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi berhasil membuat peradaban semakin maju, moral manusia justru mengalami perubahan katakanlah kemunduran. Perubahannya sama pesat tapi bertolak belakang. Masalah yang dihadapi bukan lagi bagaimana meraka akan beradaptasi dengan sebuah teknologi baru, atau bagaimana cara mengembangkan teknologi dan ilmu pengetahuan itu menjadi semakin pesat. Tapi masalah sesungguhnya yang saat ini terjadi dan terlihat begitu samar adalah bagaimana orang tua dan guru mendidik anak sehingga mereka bisa menyeimbangkan dengan baik kemajuan peradaban dengan kestabilan moral.

 

4 langkah menanamkan akhlak ke anak menurut didikan islam

Pertama, berikan teladan yang baik dari orang tua. Sebab, orang tua akan menjadi contoh utama yang anak-anak temui setiap hari. Setelah itu, barulah guru dan teman sepermainan yang akan menjadi contoh lainnya.

Perlu diingat, orang tua dan pihak pengajar akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah SWT terkait mendidik anak. Maka dari itu, usahakan untuk selalu mengajarkan hal-hal baik yang tidak menyimpang dari agama Allah.

“Setiap anak terlahir sesuai fitrah, kemudian orang tuanya membuatnya menjadi orang Yahudi, Nasrani, dan Majusi,” kata yang disebutkan Suyuthi dalam al-Jami’ ash-Shaghir.  

Kedua, mengajak anak mumayyiz beraktivitas bersama orang tuanya.Mumayyiz menurut Imam Syafi’I adalah seorang anak yang usianya telah mencapai tujuh tahun dan bisa membedakan baik buruk dalam dirinya.

Pada masa ini, seorang anak sudah bukan lagi anak kecil. Artinya, mengajaknya beraktivitas bersama orang tua akan membantu memenuhi kebutuhan sesuai yang diketahuinya. Di sinilah perasaan dan tanggung jawab diuji dalam dirinya.

Ketiga, memberikan penilaian terhadap apa yang anak lakukan. Tujuannya untuk menyadarkan anak mengenai perasaan.Misalnya, jika dia bertengkar dengan saudaranya, orang tua wajib memberi tahu bahwa hal tersebut merupakan tindakan yang keliru.

Dari sanalah anak bisa memahami mana yang baik dan yang buruk untuk dia lakukan.Demikian pula ketika mereka melakukan sesuatu yang baik dan posiitf, orang tua bisa memberikannya penghargaan dan pujian agar mereka bangga terhadap dirinya ketika melakukan kebaikan.

Keempat, tanamkan nilai-nilai kebaikan di tengah keluarga.Seperti yang kita pahami, keluarga merupakan fondasi nomor satu untuk membentuk akhlak.

Oleh sebab itu, orang tua harus memberikan pemahaman kepada sang anak untuk berlaku jujur, amanat, menepati janji, lemah lembut, dan santun.

Dalam hal ini, orang tua bisa memberikan teladan yang baik untuk mereka.Selain itu, arahkan mereka untuk membaca buku kisah-kisah teladan Nabi maupun kehidupan sahabat.Tentunya dengan begitu diharapkan mereka bisa memetik pelajaran dari buku yang dibacanya.[3]

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan

Dizaman sekarang ini, seharusnya lebih banyak pada proses pengolahan sikap (akhlak) peserta didik, keberhasilan pendidikan bukan lagi pada orientasi kognitif dengan ukuran angka-angka. Namun pada proses bagaimana peserta didik mempunyai akhlak yang mulia, empati, kejujuran, keberanian, dan berkepribadian yang baik, yang ditunjang dengan penguasaan kognitif dan psikomotorik yang baik. atau lebih dikenal dengan pendidikan karakter.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Priyanto andun, juni 2020.”pendidikan islam dalam era revolusi industri 4.0”, jurnal pendidikan agama islam dalam era revolusi industri 4.0, Volume 6, No.2, https://media.neliti.com/media/publications/321388-pendidikan-islam-dalam-era-revolusi-indu-00def8eb.pdf, diakses juni 2021

Firman, (2017),Peran mata pembelajaran  Akidah akhlak dalam pembentukan akhlak anak,(University of UIN syarif hidayatullah Jakarta), Diakses dari file:///C:/Users/User/Downloads/FIRMAN-FITK.pdf, pada juni 2021

Nashrullah nashih.(2020), 4 langkah menanamkan akhlak ke anak menurut didikan islam.Diakses pada 13 juni 2021, dari https://republika.co.id/berita/q4ewnu320/4-langkah-menanamkan-akhlak-ke-anak-menurut-didikan-islam.

 

Example 120x600
Example 120x600