![]() |
| Mahasiswa UIN Mataram Saat Menyampaikan Aspirasinya didepan Wakil Rektor III. |
MATARAM, LOMBOK FOKUS | Wisuda adalah momen sakral bagi mahasiswa/i untuk merayakan kemenangan karena sudah menempuh titik akhir dalam masa pengabdian jenjang pendidikan di perguruan tinggi, namun beda halnya dengan kondisi saat pandemi covid19 yang mengharuskan semua perguruan tinggi termasuk UIN Mataram untuk melaksanakan wisuda secara daring/online.
Mendengar kebijakan tersebut, Aliansi mahasiswa UIN Mataram Geruduk gedung Rektorat untuk menolak pelaksanaan wisuda online, mereka ingin wisuda digelar secara offline. Senin, 31/08/2020.
Sekretaris Dema UIN Mataram, Irfan Kilat dalam orasinya mengancam tidak akan wisuda, jika UIN Mataram tetap melaksanakan wisuda online.
“Kami tidak akan wisuda jika pihak kampus masih menerapkam kebijakan wisuda online”, Ancamnya.
Dia menawarkan wisuda di gelar secara bergilir di setiap fakultas, “Opsi yang kami tawarkan adalah adakan wisuda offline dengan cara bergilir per fakultas, atau jangan adakan wisuda sama sekali” tawarnya.
Sementara Wakil Rektor III UIN Mataram, Dr. Hj. Nurul Yakin akan putuskan tuntutan itu dalam rapat pimpinan, “Karena ini putusan bersama, jadi kami harus putuskan di rapat pimpinan, semua yang sudah adek-adek sampaikan akan kami bicarakan ketika rapat pimpinan” katanya.
Menanggapi statement Wakil Rektor III, Muhardi selaku Presma UIN Mataram meminta agar mahasiswa terlibat dalam rapat pimpinan.
“Harus ada perwakilan dari mahasiswa jika kampus mengadakan rapat pimpinan, karena kami tidak yakin aspirasi yang kami sampikan akan dibicarakan di forum rapat tersebut”, Ungkapnya.
“Harus ada perwakilan dari mahasiswa jika kampus mengadakan rapat pimpinan, karena kami tidak yakin aspirasi yang kami sampikan akan dibicarakan di forum rapat tersebut”, Ungkapnya.
“Kami tidak bisa merasakan keberkahan ilmu yg didapatkan via zoom, kami ingin keberkahan ilmu dengan melaksanakan acara sakral wisuda offline”, Tambahnya.
Ia juga mengatakan, UIN Mataram tidak boleh berkiblat pada kampus luar yang masih berada pada zona merah.
“Kita tidak bisa berkiblat dengan kampus luar karena diluar sana adalah zona merah covid19, kita di NTB sudah mau nemasuki zona hijau”, Tutupnya.
Wakil Rektor III UIN Mataram berjanji akan mengadakan rapat pimpinan untuk membahas kejelasan tentang wisuda offline, dan mengundang perwakilan mahasiswa sebanyak 5 orang, rapat pimpinan akan dilaksanan pada 01 september jam 9.30 diruang rektorat UIN Mataram.
Merasa turutannya sudah mendapat kepastian, masa aksi mengepalkan tangan kiri dan membubarkan diri sembari mengatakan akan menggelar aksi kembali jika tuntutannya tidak sepenuhnya direalisasi. [Red]
www.lombokfokus.com


