Scroll untuk baca artikel

Tim Hukum Unram Tanggapi Kritik Dosen FHISIP: “Hasan Harus Introspeksi, Bukan Ngotot”

×

Tim Hukum Unram Tanggapi Kritik Dosen FHISIP: “Hasan Harus Introspeksi, Bukan Ngotot”

Share this article

Mataram – Tim Hukum Universitas Mataram (Unram) akhirnya angkat bicara terkait polemik pernyataan Hasan Asy’ari, dosen Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Unram, yang menyuarakan ketidakadilan dalam seleksi calon wakil dekan di lingkungan kampus.

Prof. Zaenal Asikin, selaku perwakilan Tim Hukum Unram, menegaskan bahwa proses seleksi telah dilakukan sesuai ketentuan yang tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Unram Nomor: 6689/UN18/HK/2025. Dalam aturan tersebut, calon wakil dekan setidaknya harus pernah menjabat sebagai ketua atau sekretaris lembaga struktural di kampus.

IKLAN
Example 120x600

“Hasan ini hanya difungsikan sebagai editor jurnal dosen, bukan pernah menduduki jabatan struktural seperti yang disyaratkan. Jadi, seharusnya beliau introspeksi, bukan ngotot apalagi sampai menyurati rektor,” kata Prof. Asikin saat ditemui di Mataram, Selasa (8/7).

Menurutnya, Panitia Seleksi (Pansel) juga telah memberikan klarifikasi secara resmi melalui surat tertanggal 26 Juni 2025 mengenai alasan ketidakterpenuhan syarat oleh Hasan. Ia menilai langkah Hasan yang terus menggulirkan isu ini ke publik sebagai bentuk pembelokan terhadap aturan yang sudah jelas.

“Aturan rektor itu sudah pakemnya. Tidak boleh lagi diplintir-plintir. Kalau dia merasa dirugikan dan mau gugat, silakan saja. Tapi dia akan membuka aibnya sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Asikin menyebut bahwa Hasan sebelumnya juga pernah dikenai sanksi karena melanggar kode etik, salah satunya karena tidak menjalankan kewajiban mengajar. Hal tersebut, menurutnya, menjadi pertimbangan penting bagi Pansel dalam proses seleksi.

“Rekam jejaknya di internal juga tidak pernah harmonis. Apakah pantas orang seperti itu memimpin fakultas?” ujarnya retoris.

Ia juga menanggapi komentar akademisi Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), Firzhal Arzhi Juwantara, yang turut menyoroti isu tersebut. Prof. Asikin menilai seharusnya pihak luar tidak ikut campur dalam urusan internal kampus Unram.

“Yang tahu persoalan internal kampus ya kami sendiri. Jangan ganggu rumah tangga orang lain,” pungkasnya.

Example 120x600
Example 120x600