Scroll untuk baca artikel

Terombang-ambing Janji Relokasi: Warga Kampung Nelayan Kuta Bertahan di Tepi Pantai

×

Terombang-ambing Janji Relokasi: Warga Kampung Nelayan Kuta Bertahan di Tepi Pantai

Share this article
Kampung nelayan yang berada di Tepi pantai Kuta mandalika. (Dok.LombokFokus).

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Ratusan warga Kampung Nelayan di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, masih bertahan di tepi Pantai Kuta Lombok setelah hampir satu tahun menunggu janji relokasi dari ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) dan Pemerintah Daerah Lombok Tengah.

 

IKLAN
Example 120x600

Mereka adalah korban penggusuran akibat proyek pembangunan kawasan pariwisata, yang hingga kini belum mendapatkan kepastian terkait hunian yang dijanjikan. Dalam kondisi serba terbatas, mereka terpaksa mendirikan tempat tinggal darurat di kawasan pesisir yang rawan terkena air pasang.

 

M. Yasin, salah satu warga yang terdampak, mengaku sudah lebih dari setahun ia bersama keluarganya tinggal di tepi pantai, karena tidak memiliki tempat lain untuk bernaung.

 

“Sudah hampir setahun kami bertahan di sini. Ada ratusan warga yang mengalami hal serupa. Kami hanya bisa menunggu karena belum ada kepastian kapan rumah susun yang dijanjikan akan dibangun,” ujar Yasin, Rabu (5/2/2024).

 

Yasin dan warga lainnya berharap pemerintah segera menepati janji pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) agar mereka bisa hidup lebih layak. Sementara itu, mereka harus bertahan dengan membangun tanggul dari karung pasir untuk menahan air laut yang kerap naik ke pemukiman darurat mereka.

 

Hal yang sama diungkapkan oleh Ibu Nurul, warga asli Kuta yang kini tinggal di tepi pantai bersama suaminya. Baginya, tinggal di pesisir bukan pilihan, melainkan keterpaksaan karena tidak ada alternatif lain.

 

“Kalau kami punya rumah, pasti tidak akan tinggal di sini. Tapi kami tidak punya pilihan,” tuturnya.

 

Meski bersedia pindah ke Rusunawa jika akhirnya dibangun, warga juga meminta agar hunian darurat mereka saat ini tidak digusur. Menurut mereka, tempat tersebut masih dibutuhkan sebagai basecamp untuk mencari ikan, mata pencaharian utama sebagian besar warga Kampung Nelayan.

 

“Kalaupun nanti ada Rusunawa, kami minta rumah ini tetap dipertahankan. Ini bukan hanya tempat tinggal, tapi juga tempat kami mencari nafkah,” lanjut Nurul.

 

Warga berharap ITDC dan Pemda Lombok Tengah segera memberikan kejelasan agar mereka tidak terus hidup dalam ketidakpastian. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai tindak lanjut relokasi tersebut.

 

Sementara waktu terus berjalan, warga Kampung Nelayan Kuta masih berjuang di tengah ancaman air pasang dan ketidakpastian masa depan.

 

 

Example 120x600
Example 120x600