Verification: 27a3a887773ff714

Sampah Pemakan Alam

  • Bagikan
Sabolah
Sampah Pemakan Alam

Sampah sering kali di temukan di sekitar lingkungan kita bahkan sampah sudah menjadi bagian dalam bumi serta lingkungan sehingga sampah telah erat di dalam hidup manusia baik itu di bidang industri medis, seni dan lain lain.

Sampah bukan permasalah yang baru lagi di bumi yang di huni oleh triliunan manusia ini dan telah banyak di produksi oleh rumahtangga, indusrti bahkan individu individu itu sendiri, bahkan di tempat yang tak dihuni oleh manusiapun telah  di temukan banyak sampah seperti laut dan pegunungan terutama sampah plastik, seperti yang di ketahui bahwa sampah terutama plastik dan limbah industri sangat lama untuk terurai/larut di lingkungan kita. Plastik yang dulunya jadi solusi untuk memperbaiki lingkungan karna penggunaan kantong kertas yang banyak merusak lingkungan, sekarang menjadi masalah terbesar bagi manusia seta lingkungan, lalu bagaimana kita mengurangi sampah yang sedemikian banyak meningkat bahkan telah menjadi bagian di lingkungan seta mahluk lain, dan menjadi bom waktu untuk manusia.
UU No 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah “Sampah merupakan semua sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang kelingkungan”.

BANK NTB Syariah

Menurut World Health Organization (WHO), Sampah yaitu berbagai barang yang berasal dari kegiatan manusia yang tidak lagi digunakan, baik tidak dipakai, tidak disenangi, ataupun dibuang.

Data Perkiraan Timbul Sampah di NTB 2018 – DISLHK NTB ( Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nusa Tenggara Barat)

KBA./KOTA TIMBULAN
(Kg/orang/hari Penduduk (Org) SAMPAH DOMESTIK (Kg/Hari) NON DOMESTIK (Kg/Hari)
Kota Mataram 0.338 477476 161386.89 27435.6
Lombok Barat 0.298 685161 204177.98 18375.93
Lombok Tengah 0.3 939409 281822.7 25363.95
Lombok Timur 0.301 1192110 358825.11 32294.17
Lombok Utara 0.3 218533 65559.9 4589.12
Kota Bima 0.268 169714 45483.35 6367.53
Bima 0.261 483901 126298.16 11366.74
Dompu 0.261 248879 64957.42 5846.08
Sumbawa 0.308 453797 139769.48 12579.16
Sumbawa barat 0.301 144707 43556.81 3048.91

—————————————————————————————————————- USERUSER2020-07-30T14:30:37Z15.00775520490FalseFalseKBA./KOTATIMBULANPenduduk (Org)SAMPAH DOMESTIK (Kg/Hari)NON DOMESTIK (Kg/Hari)(Kg/orang/hariKota Mataram0.338477476161386.8927435.6Lombok Barat0.298685161204177.9818375.93Lombok Tengah0.3939409281822.725363.95Lombok Timur0.3011192110358825.1132294.17Lombok Utara0.321853365559.94589.12Kota Bima0.26816971445483.356367.53Bima 0.261483901126298.1611366.74Dompu 0.26124887964957.425846.08Sumbawa 0.308453797139769.4812579.16Sumbawa barat0.30114470743556.813048.91

READ  Perum DAMRI Dinilai Rugikan Pelaku Usaha Transportasi di NTB

96006003R1C1:R12C6FalseFalse
Sampah Pemakan Alam

Sampah telah banyak merusak ekosistem lingkungan baik itu air tanah dan udara dari akibat pembakaran, dan penumpukan sampah-sampah itu sendiri. Samapah banyak menibul kan bakteri atau virus serta merubah iklim di daerah tersebut yang berbahaya bila tidak di tangani secepatnya maka dari itu pengolaan tentang samapah harus signifikan dan mempunyai output yang berguna untuk memperbaiki siklus hidup seluruh mahluk yang ada di bumi
Ada beberapa hal yang telah di lakukan oleh manusia atau pun masyarakat yang pedului dengan sampah seperti gerakan zero west yang di dalamnya ada metode 3R yaitu :
Reduce (kurangi)
Reuse ( gunakan kembali)
Recycle ( daur ulang)

Tetapi belum cukup untuk mengurangi jumlah sampah, dengan masyarakat yang saat ini kebanyakan bersifat konsumerisme tidak menutup kemungkinan bahwas sampah akan terus bertambah seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan penduduk, serta daya beli masyarakat yang sangat rendah sehingga industri dan bidang-bidang lain mencari cara agar prodaknya laris yang berakibat pada banyak sampah yang muncul di masyarakat di karenakan kemasan yang di gunakan tidak ramah lingkungan,

Sampah Pemakan Alam

Beberapa solusi yang dilakukan agar kemasan yang di gunaka ramah akan lingungan seperti plastik (1)berbahan dasar polypropylen ,(2) Wadah Biofoam, kemasan ini sangat mudah mengalami proses penghancuran karen bahan baku untuk pembuatan kemasan ini mengunakan pati dengan tambahan serat untuk memperkuat struktur. Keduanya dapat di temukan dari tanaman pangan apapun yang mengandung unsur-unsur tersebut. Proses pembuatannya menggunakan teknologi thermopressing, dengan mencampurkan adonan pati serat dan bahan baku aditif lain ke dalam komposisi tertentu dan selanjutnya di cetak pada suhu 170-180 celcius selama 2-3 menit. (3)Edible peckaging dengan menggunkan kemasan edible peckaging ini konsumen bisa mengkonsumsi kemasannya, sekaligus yang tentunya aman dan ramah lingkungan. Kemasan ini di kelompokan menjadi dua fungsi ada yang berguna sebagai pelapis( edible coating) dan ada yang berbentuk lembaran (edible film). 

READ  Danrem 162/WB : Kami Bertekad Tumbuhkan Semangat Kebangsaan Di Tengah Masyarakat Penatoi

Akan tetapi menimbulkan persoalan baru lagi di masyarakat apabila industri dan bidang-bidang lainnya menggunakan bahan yang ramah lingkungan di karenakan pembuatannya yang memakan biaya yang cukup besar otomatis akan berdampak pada daya beli masyarakat itu sndiri sehingga .
Langkah awal yang mungkin bisa dilaksanakan yaitu membatasi produksi dari industri atau UKM (Usaha Kecil Menegah) yang mengunakan plastik atau bahan semacamnya yang sulit terurai oleh alam kemudian mendaur ulang sampah yang telah ada untuk di pergunakan kembali menjadi kemasan siap pakai atau produk-produk yang ramah lingkungan dan mempunyai nilai jual. Maka dari itu pelatinan dan penyuluhan seta peratuan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentang sampah ini perlu di tingkatkan lagi dan dimaksimalakan sistem kerjanya seperti memanfaatkana atau memfaslitasi komunitas- komunitas perdaerah yang yang berfokus pada sampah dan memberikan peraturan tegas terhadap industri serta usaha-usaha kecil baik itu usaha rumahan dan sebagainya agar lingkungan serta mahluk yang hidup di dalamnya tidak terkena dampak yang mengerikan, kemudian pemerintah perlu melihat serta belajar dari daerah-daerah yang telah mencapai keberhasilan tentang persoalan sampah ini serta melihat potensi daerah maupun masyarakatkat agar dapat menimbang dan merumusakan bahkan memaksimalkan segala kemungkinan yang ada untuk mencapainya.

Penulis :  Ahmad Dahlan II

www.lombokfokus.com

Facebook

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Subscribe for notification
Refleksi HANI, Wartiah dan Rumah Aspirasi Gelar Loma Video Kreatif Mantan Wakil Gubernur NTB Wafat Aksi Joget Tiktok di Lombok Viral