Lombok Fokus|Lotara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) Dinas Pariwisata optimis penarikan retribusi di sektor pariwisata tahun 2024 ini dapat melampaui target. Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Wisata Alfian Zubair saat di temui wartawan, Jumat (20/09/2024).
Alfian mengatakan, dari target Rp 6,5 miliar pertahun yang di tetapkan daerah, Dispar sudah berhasil mengumpulkan sekitar Rp 6,1 miliar. Dengan melihat sisa waktu yang masih beberapa bulan lagi pihaknya meyakini pendapatan daerah di sektor ini akan surplus.
“Melihat potensi PAD di tiga gili yang sangat besar, kita optimis sampai akhir tahun nanti pendapatan kita di sektor ini akan melebihi targat,” ujarnya.
Alfian menjelaskan, dari capaian yang berhasil di dapatkan pihaknya mengaku masih terdapat banyak kendala dilapangan salah satunya kurangnya tenaga hingga sistem penarikan yang belum berjalan maksimal. Temasuk gate masuk dan keluar di pelabuhan yang masih menggunakan satu geat sehingga sering menimbulkan penumpukan wisatawan di pelabuhan.
“Ini jadi kendala kita, karna pada saat pemungutan saling berdesak-desakan sehingga kita belum maksimal dalam pemungutan,” jelasnya.
“Kedepan mungkin perlu di evaluasi lagi, bila perlu kita membuat gate keluar dan masuk berbeda di beberapa dermaga supaya akses keluar masuknya bisa masing-masing sehingga wisatawan tidak berdesak-desakan,” imbuhnya.
Dikatakannya, jika melihat dari sisi potensi PAD tiga gili ini memang sangat besar, oleh sebab itu perlu membuat sistem yang lebih efektif bahkan kedepan pihaknya berencana untuk kerjasama dengan pihak ke tiga untuk memaksimalkan pendapatan.
“Kalau kita nanti ber PKS dengan pihak ke tiga tenaga yang di butuhkan akan lebih sedikit, Kedepan rencana kita begitu sih, kita akan pihak ke tiga kan untuk penarikan retribusi,” katanya.
Meskipun ada rencana kerjasama dengan pihak ke 3 tentu harus menguntungkan daerah dan sesuai dengan aturan yang ada dimana pihak ketiga mendapatkan 4 persen dari jumlah penarikan.
“Kalau kita pihak ketiga tentu harus saling menguntung,” pungkasnya.(iko)


