
Sementara itu, Kepala seksi lalu lintas Keimigrasian, Made Surya Artha disela-sela kegiatan layanan itu menjelaskan, eazy passport merupakan terobosan Direktorat Jendral Imigrasi dalam memberikan pelayanan paspor dengan sistem jemput bola.
“jadi melalui program ini kami dari imigrasi tetap memberikan pelayanan di masa pandemi, jadi masyarakat tidak perlu datang kekantor, tapi kami yang datang ke pemohon. Jadi harus ada perkumpulan atau kelompok yang mengajukan permohonan, seperti yang dilakukan PWI NTB ini,” jelas Surya.
Menurut Surya, petugas akan mendatangi langsung kelompok masyarakat yang mengajukan permohonan pembuatan paspor dilokasi. Dalam prosesnya, Imigrasi juga tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“dengan cara ini juga bukti dari imigrasi mataram untuk memberikan layanan saat pandemi covid 19, prosesnya pun kan bisa dilihat dilaksanakan dengan prokes covid 19 cukup ketat.” tambah Kepala seksi teknologi informasi dan komunikasi keimigrasian, Wisnu Ontoaji.
Eazy Passport kata, Wisnu juga menjadi solusi dari imigrasi untuk menghindari adanya kerumunan masyarakat yang melakukan pengurusan paspor dikantor imigrasi, seperti yang terjadi biasanya.
“pengajuan permohonan program ini bisa dilakukan oleh instansi pemerintah, BUMD, instansi swasta, instansi pendidikan, komunitas, yayasan, bahkan bisa dari masyarakat yang ada di komplek perumahan,” jelas Wisnu.
Jenis permohonan paspor yang dilayani dalam program eazy pasport antara lain, permohonan paspor baru, permohonan penggantian paspor karena habis masa berlaku dan permohonan penggantian paspor karena halaman penuh.


