Scroll untuk baca artikel

Pro dan Kontra Adanya Kebijakan Program Marketplace Guru

×

Pro dan Kontra Adanya Kebijakan Program Marketplace Guru

Share this article

Lombok Fokus – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menggegas program terbaru mengenai ide barunya berupa adanya Marketplace Guru. Program tersebut Rencananya akan diimplementasikan pada 2024 mendatang. Nadiem Makarim menjelaskan bahwa dia mulai membahas program tersebut bersama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Bahkan rencana Marketplace Guru akan disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI.

Adanya program tersebut guna menindaklanjuti mengenai permasalahan Guru honorer di Indonesia. Salah satu permasalahan tersebut seperti adanya pergantian guru honorer yang membutuhkan waktu lama dikarenakan perekrutan guru ASN (Aparatur Sipil Negara) yang dilakukan secara terpusat oleh pemerintah. Berawal dari permasalahan tersebut dinilai mampu menghambat perkembangan pendidikan dan kesejahteraan para guru honorer. Maka dari itu Nadiem Makarim menggegas program terbaru mengenai adanya Marketplace Guru pada tahun mendatang.

IKLAN
Example 120x600

Program Marketplace Guru merupakan pangkalan data yang telah berisi daftar semua guru layak mengajar. Serta data guru mampu diakses oleh seluruh institusi pendidikan di Indonesia, melalui pola seleksi yang awalnya terpusat akan diubah menjadi pengangkatan setiap waktu, seperti halnya berbelanja di e-commerce. Data Marketplace Guru tersebut akan berisi informasi mengenai, guru honorer, lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan, dan calon guru ASN (Aparatur Sipil Negara).

Nadiem Makarim menjelaskan bahwa dengan adanya Program tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas calon tenaga pendidik setelah lulus dalam perguruan tinggi, ataupun yang mulai mengajar di lembaga pendidikan nantinya. Tidak hanya itu beberapa manfaat dari program Marketplace Guru yakni. Pertama mampu mempercepat proses rekrutmen serta penempatan guru di sekolah. Kedua mampu memberi kesempatan luas kepada calon guru guna mendapatkan lapangan pekerjaan di bidang pendidikan. Ketiga program tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas dan kompetensi guru melalui seleksi yang ketat dan program PPG pra jabatan, karena dengan hal tersebut mampu mendorong sekolah untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya tenaga pendidik.
Setelah mengetahui manfaat dari program marketplace Guru yang akan diimplementasikan, ternyata program tersebut menuai banyak pro kontra di kalangan masyarakat. Terlebih bagi seseorang yang berprofesi guru, karena di nilai menjadi sebuah masalah besar kedepannya. Adanya pro dan kontra Marketplace guru dikarenakan adanya Marketplace Guru tidak akan menyelesaikan akan permasalahan tenaga pendidik di Indonesia, Namun hanya mampu menjawab isu terkait kekurangan distribusi guru. Tidak hanya itu mereka berasumsi dengan adanya Marketplace Guru hanya akan memudahkan sekolah yang membutuhkan tenaga pendidik sesuai dengan syarat dan ketentuan, melainkan bukan menjawab permasalahan guru honorer untuk memperoleh kehidupan yang layak sama halnya Guru ASN. Namun tidak hanya itu, ternyata terdapat beberapa kelompok yang mendukung penuh terhadap kebijakan tersebut karena dinilai mampu menyelesaikan permasalah tenaga pendidik di Indonesia
Oleh karena itu, setelah mengetahui beberapa manfaat dan pro kontra mengenai Marketplace Guru kita sebagai masyarakat harus berusaha mencari jalan tengah mengenai kebijakan pemerintah,s serta tidak gegabah dalam bertindak. Karena bagaimanapun program Pemerintah pasti dinilai memiliki dampak positif ataupun negatif bagi kehidupan yang akan mendatang.

Penulis:  Intan Nur Fauziah Saputri

Example 120x600
Example 120x600